Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ESTIMASI STOK KARBON MENGGUNAKAN SPEKTRAL BAND 6 CITRA LANDSAT 8 PADA KAWASAN MANGROVE DI SUNGAI TALLO, KOTA MAKASSAR SULAWESI SELATAN TAHUN 2018 Budiman, Agung Sandi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.885 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v6i1.116

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota dataran rendah di Indonesia dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter di atas permukaan laut yang banyak ditumbuhi oleh tanaman mangrove di salah satu sungai nya yaitu Sungai Tallo. Tanaman mangrove yang tumbuh didaerah tersebut dapat dipergunakan untuk menduga nilai estimasi stok karbon melalui biomassanya, namun hal ini masih belum banyak dilakukan  lantaran lokasinya yang jauh terutama untuk para peneliti dari luar Kota Makassar sehingga dana yang diperlukan untuk melakukan pengamatan langsung  ini pun menjadi lebih besar. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan maksud memanfaatkan Sistem Informasi Geografi dan citra Landsat 8 untuk dapat mengetahui nilai estimasi stok karbon menggunakan spectral band 6 citra satelit Landsat 8 dengan biomassa pada kawasan mangrove di Sungai Tallo Kota Makassar Sulawesi Selatan pada tahun 2018 tanpa perlu datang ke lokasi nya langsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi citra satelit Landsat 8 Kota Makassar yang diperoleh dari website earthexplorer.usgs.gov , data tutupan lahan tahun 2016, dan data shp wilayah Kota Makassar. Nilai estmasi potensi biomassa didapat dengan persamaan hasil regresi di kawasan mangrove di Sungai Tallo Makassar dengan nilai maksimumnya sebesar 1115.40 ton/ha dan nilai minimumnya 168.65 ton/ha dengan nilai estimasi stok karbon diperoleh dari 46% dari biomassa sehingga diperolehlah nilai estimasi stok karbon maksimumnya sebesar 513.08 ton/ha dan minimumnya sebesar 77.57 ton/ha.