Nugroho, R. Haryo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ROOT CAUSE ANALYSIS PENGHAMBAT PENDAFTARAN ONLINE PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL Nugroho, R. Haryo; Ayuningtyas, Novia
Jurnal Permata Indonesia Vol 14 No 1 (2023): Volume 14, Nomer 1, Mei 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v14i1.227

Abstract

Latar Belakang : Pendaftaran online merupakan penerapan teknologi yang diharapkan mampu membuatpekerjaan perekam medis semakin mudah, cepat, tepat, dan tentu dapat meminimalisir masalah yang ada, sehinggadapat meningkatkan mutu pelayanan di pendaftaran. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan bahwapendaftaran online masih memiliki hambatan dalam pengaplikasiannya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitianuntuk mengetahui faktor-faktor penghambat pendaftaran online pasien rawat jalan di Rumah Sakit Nur HidayahBantul. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor penghambat pendaftaran online pasien rawat jalan di Rumah Sakit NurHidayah Bantul. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitianstudi kasus dan observasi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen.Hasil : Faktor penghambat yang terjadi di pendaftaran online di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul antara lainhuman error yang masih dilakukan petugas pendaftaran maupun pasien yang salah mengisi format pendaftaran,server down dan koneksi internet yang kurang stabil membuat waktu tunggu pasien semakin lama dan berdampakpada penumpukkan pasien di loket pendaftaran, dan faktor yang terakhir yaitu loket pendaftaran yang masihmenjadi satu tempat dan pembagian kerja yang kurang terstrukur membuat petugas kurang maksimal dalammelaksanakan kewajibannya. Kesimpulan : Faktor penghambat pendaftaran online pasien rawat jalan yang terjadidi Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul antara lain, masih terjadi human error, server down serta koneksi internetyang kurang stabil, dan loket pendaftaran yang masih menjadi satu tempat serta pembagian kerja yang kurangterstruktur dimana hal ini berdampak pada penumpukkan pasien di loket pendaftaran yang menjadikan waktutunggu pasien menjadi semakin lama. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi mutu pelayanan penerimaan pasienrawat jalan di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul.
ANALISIS ANTROPOMETRI PADA SARANA KERJA TEMPAT PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL Cahyani, Faticha Dwi; Nugroho, R. Haryo; Siswatibudi, Harpeni; Hidayat, Anas Rahmad; Joko Pamungkas, Wahyu
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.377

Abstract

Ketidaksesuaian antropometri sarana kerja dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan menurunkan efisiensi kerja petugas pendaftaran. Mengetahui kesesuaian antropometri sarana kerja (kursi, meja, layar monitor) dengan standar ergonomi pada petugas pendaftaran rawat jalan di RS Nur Hidayah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi. Jenis data berupa data kuantitatif yang merupakan hasil pengukuran antropometri, kursi kerja, meja kerja, dan layar monitor. Sebagian besar sarana kerja (kursi dan meja) di lokasi penelitian belum ergonomis menurut Permenkes No.48/2016,sedangkan layar monitor sesuai standar. Rekomendasi: penyesuaian dimensi sarana dan evaluasi berkala untuk mencegah keluhan muskuloskeletal. antropometri, ergonomi, pendaftaran rawat jalan, Permenkes No.48/2016. Pengukuran sarana kerja petugas berdasarkan perbandingan antropometri petugas. Pengukuran dimensi tubuh tertinggi yaitu dengan tinggi poplitea 42 cm, Panjang poplitea 42 cm, lebar pinggul 52 cm, tinggi bahu duduk 71 cm, lebar bahu 50 cm, tinggi siku duduk 77 cm, Panjang rentang tangan 170 cm, jangkauan tangan ke depan 78 cm, untuk jarak petugas ke layar monitor 68 cm. Hasil pengukuran kursi kerja dan meja kerja belum ergonomis, sedangkan untuk layar monitor sudah ergonomis