Perbaikan kualitas membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangan biaya-biaya, dimana keduanya dapat meningkatkan profitabilitas. PP Sinar Tani Palembang merupakan industri manufaktur yang bergerak dibidang penggilingan beras. Pengendalian kualitas masih sangat kurang hal ini ditunjukkan dengan data hasil timbangan yang seluruhnya melewati standar yang telah ditetapkan yaitu 5 Kg, 10 Kg dan 20 Kg. produk yang cacat : untuk beras kemasan 5 Kg sebanyak 0,585 atau 58,5%, beras 10 Kg sebanyak 0,604 atau 60,4% dan beras 20 Kg sebanyak 0,612 atau 61,2%. Terlihat dari persentase setiap bulannya PP Sinar Tani Palembang mengalami kerugian 21,363 Kg atau 1,068 kg per hari dengan nominal rupiah mencapai Rp 228.390,00 per bulan. Dengan menggunakan metode Six Sigma didapat bahwa ada 2 faktor penyebab kerugian ini adalah terjadinya kelebihan pada saat pengisian dan timbangan neraca geser/timbangan minyak yang digunakan tidak memiliki keakuratan sehingga hasil timbangan semuanya melebihi batas yang ditetapkan. Salah satu usulan yang dapat dilakukan adalah mengganti timbangan neraca/timbangan geser/timbangan minyak dengan timbangan digital sehingga hasil ukur lebih akurat. Terjadi penurunan persentase cacat, yaitu untuk berat 5 kg dari 0,585 menjadi 0,166; berat 10 kg dari 0,604 menjadi 0,145; berat 20 kg dari 0,612 menjadi 0,139. Sedangkan dari DPMO didapat peningkatan dari 2 sigma menjadi 3 sigma.