Kebun Raya Cibinong merupakan sebuah kawasan yang berfungsi konservasi ex-situ mengingat sebagian koleksinya adalah jenis-jenis tumbuhan langka, termasuk jenis-jenis yang endemik Indonesia. Kegiatan eksplorasi ini menggunakan perangkap serangga yaitu “malaise trap” yang umum dilakukan dalam kegiatan eksplorasi serangga, perangkap berbentuk tenda yang terbuat dari bahan jaring halus dan terutama digunakan untuk mengumpulkan lalat (Diptera) dan tawon (Hymenoptera). Penelitian ini mencatat 30 spesies serangga yang terbagi dalam beberapa ordo seperti Diptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Hemiptera, Coleoptera, Trichoptera, dan Psocoptera. Total jumlah individu yang teridentifikasi sebanyak 967 ekor. Hasil perhitungan RAI menunjukkan bahwa spesies Psychodidae sp. Memiliki RAI tertinggi dengan 70,73%, yang menjadikannya spesies dominan di lokasi penelitian ini. Sebagian besar spesies lain memiliki RAI di bawah 2,5%, menunjukkan bahwa mereka berkontribusi dalam jumlah kecil terhadap komunitas serangga secara keseluruhan. Nilai H’ sebesar 1,419 menunjukkan faktor keanekaragaman spesies yang sedang. Nilai ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat variasi spesies, distribusi individu antar spesies tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelimpahan populasi serangga di Kebun Raya Cibinong serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi distribusinya. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa meski ekosistem serangga di Kebun Raya Cibinong dalam stabilitas yang baik, namun rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama jika jenis yang dominan mengalami penurunan populasi.