This Author published in this journals
All Journal Bashirah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Revitalisasi Makna Syukur sebagai Antitesis Budaya Hedonisme di Masyarakat Modern Faidza, Haura Nadine Nayla; Mansur, Syafiin
Bashirah Vol 6 No 2 (2025): Bashirah
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/bashirah.v6i2.1153

Abstract

Fenomena hedonisme dalam masyarakat modern ditandai oleh dominasi orientasi pada kesenangan material, pencarian validasi sosial, serta perilaku konsumtif yang semakin dipengaruhi oleh media digital. Kondisi ini beriringan dengan pergeseran makna syukur, yang semula dipahami sebagai nilai spiritual dan kesadaran diri, namun kini cenderung direduksi menjadi simbol atau formalitas, sehingga berpotensi melahirkan perilaku berlebihan dan ketidakpuasan batin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran syukur sebagai antitesis terhadap budaya hedonisme dalam kehidupan modern. Penelitian ini merupakan kajian konseptual berbasis studi pustaka dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif psikologi positif dan ajaran Islam. Unit analisis difokuskan pada masyarakat modern yang terpapar media digital dan tekanan sosial. Data diperoleh dari artikel jurnal terindeks Sinta serta buku-buku relevan yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Analisis dilakukan secara tematik dengan empat fokus utama, yaitu konsep syukur, hedonisme dan gaya hidup konsumtif, hubungan syukur dengan kesejahteraan psikologis dan finansial, serta perspektif Islam tentang keseimbangan hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi makna syukur berpotensi menjadi strategi spiritual, psikologis, dan kultural dalam mengendalikan perilaku konsumtif serta membangun kesejahteraan yang autentik. Kebaruan kajian ini terletak pada pengintegrasian perspektif religius, psikologis, dan media digital dalam memahami syukur sebagai pengendali perilaku dan penopang keseimbangan hidup.