Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANAK ANGKAT DALAM PERATURAN DI INDONESIA usman, munadi
ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW Vol. 1 No. 1 (2019): ADHKI: Journal of Islamic Family Law
Publisher : Indonesian Association of Islamic Family Law Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.086 KB) | DOI: 10.37876/adhki.v1i1.7

Abstract

The adoption of children in Indonesia is a long standing tradition with varied motives and goals depending on the customs of the people of a region or those who adopt children. Due to the large number of child adoptions, the government has issued several regulations relating to child adoption in the form of law, government regulation and Ministerial regulation. This study wants to examine the extent to which these regulations have accommodated the rights of adopted children in the family. This research is included in the study of normative law with the aim of analyzing the rules of adoption of children in Indonesia through a human rights approach or in Islam known as maqashid al-shariah.
UPAYA WILAYATUL HISBAH DALAM MENGOPTIMALISASI SYIAR ISLAM DI KOTA LHOKSEUMAWE Usman, Munadi
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2020): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v2i2.1744

Abstract

Pelaksanaan syariat Islam di Aceh merupakan kewenangan khusus yang disetujui oleh pemerintah pusat dalam bentuk otonomi khusus daerah. Dalam hal ini masyarakat Aceh diizinkan untuk membuat peraturan dan pengamalan agama dan tata kehidupan sehari-hari yang mengacu kepada nilai-nilai Islam. Dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh telah dibentuk perangkat pelaksana dan teknis khusus yaitu Dinas Syariat Islam dan perangkat Wilayatul Hisbah. Tulisan ini ingin menyoroti upaya Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe dalam mengoptimalisasi pelaksanaan syiar Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wilayatul Hisbah telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalisasi pelaksanaan syiar Islam dalam masyarakat Kota Lhokseumawe melalui pola komunikasi dan langkah-langkah strategis seperti sosialisasi, pengawasan dan penindakan.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Hibah Hareuta Peunulang di Aceh Usman, Munadi
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2020.10.1.1-19

Abstract

In Acehnese society, there is a tradition called hareuta peunulang, which is the practice of giving a number of assets to married girls in preparation for starting a new life with her husband. This practice is still often carried out until now, especially by people in the Pidie Regency, Aceh Besar District and parts of the West Aceh region. This practice seems to be gender-biased, which is more privileging girls and discriminating boys. This article wants to criticize the practice of hareuta peunulang grants using the theory of grants in Islamic law, with the aim of finding a contradiction between the two and offering several legal formulas to reconstruct these traditional institutions so that they are in line with the ideals of Islamic law. [Dalam masyarakat Aceh dikenal suatu institusi adat yang disebut hareuta peunulang, yaitu praktik penghibahan sejumlah harta untuk anak perempuan yang telah menikah sebagai bekal memulai kehidupan baru bersama suaminya. Praktik ini masih kerap dilakukan sampai sekarang, khususnya oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Pidie, Aceh Besar dan sebagian wilayah Aceh Barat. Praktik ini terkesan bias gender, di mana lebih mengistimewakan anak perempuan dan mendiskriminasikan anak laki-laki. Artikel ini ingin mengkritisi praktik hibah hareuta peunulang menggunakan teori hibah dalam hukum Islam, dengan tujuan menemukan kontradiksi antara keduanya dan menawarkan beberapa formula hukum untuk merekonstruksi institusi adat tersebut supaya sejalan dengan cita hukum Islam.