Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Health Literacy Terhadap Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Melalui Psychological Well-Being Pada Remaja SMK Sartika, Fanny Dewi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1714

Abstract

Pengguna Napza banyak dilakukan oleh remaja atau kelompok usia muda, hal ini tidak lepas dari sifat remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap Napza dan keinginan untuk mencobanya. Faktor lainnya seorang remaja menyalahgunakan Napza dikarenakan adanya masalah-masalah mental atau masalah psikologis yang terjadi pada dirinya atau dikenal dengan istilah psychological well-being. Disisi lain memiliki kecakapan health literacy merupakan kebutuhan seluruh individu sebab setiap individu selalu dihadapkan dengan situasi yang menuntutnya membuat keputusan yang berhubungan dengan kesehatan serta mengaplikasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health literacy terhadap perilaku pencegahan penggunaan Napza melalui psychological well-being sebagai variabel intervening pada remaja SMK di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat kausal dan dilaksanakan di SMK Negeri yang terdapat di Kabupaten Gowa. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa SMK Negeri yang terdapat di Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang siswa berdasarkan rumus slovin yang dalam memperolehnya menggunakan teknik culter random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner skala likeart dan untuk teknik analisis data yang digunakan ialah path analysis (analisis jalur). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung health literacy terhadap perilaku pencegahan penggunaan Napzah pada remaja SMK di Kabupaten Gowa dan signifikan, 2) terdapat pengaruh langsung psychological well-being terhadap perilaku pencegahan penggunaan Napzah pada remaja SMK di Kabupaten Gowa dan signifikan, 3) terdapat pengaruh langsung health literacy terhadap psychological well-being pada remaja SMK di Kabupaten Gowa dan signifikan, 4) terdapat pengaruh tidak langsung health literacy terhadap terhadap perilaku pencegahan penggunaan Napzah melalui psychological well-being pada remaja SMK di Kabupaten Gowa.
KEMAMPUAN SELF DIRECTED LEARNING DAN PENCAPAIAN HASIL BELAJAR: Studi Cross Sectional Isnaini, muhamad; Adi Putra, Andi Budiyanto; Sartika, Fanny Dewi; Arifuddin, Fitrawati
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 2 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.888 KB) | DOI: 10.24252/join.v4i2.10039

Abstract

The ability of professional nurses to be independent in their learning process is one way to ensure continued improvement and mastery of advance competencies in professional nursing practice. Efforts are being made to improve the ability of SDL is expected to encourage the achievement of nursing competency standards, which are responsible for lifelong learning, professional development and maintain their competence. The aims of this study are to determine the students’ SDL ability during clinical education after being involved in PBL curricula, to analyze the relationship between SDL ability and students’ learning outcomes during clinical practice and to explain the description of students’ SDL process. The design of quantitative was cross sectional approach and data collection using SDLRS Fisher questionnaire. Qualitative used in-depth. The participants were 60 students of Akper Syekh Yusuf Gowa who involved in the clinical education. The average score of student’s self-directed learning ability was 154. The Pearson correlation test showed a positive relationship between the ability of SDL and the achievement of learning outcomes(r= 0.373 and p<0.05). Results of the qualitative data analysis showed who had high SDL score were able to perform all SDL according Knowles SDL process description. Students with high score have already internalizing SDL values. Students with low score only able to perform half of SDL process which was stated by Knowles (1975), students have not internalizing SDL values yet.