Church challenged to take part in fomenting calling (Matthew 28:18-20). These calls are never changed throughout the ages. It remains to be colored church services. However, every ages have concepts, views, values, and different systems. This time the church had seemed carried away by the current postmodern age, so that the church faced a very serious struggle by preaching the gospel and moral-ethically. Faced with this struggle of the church in Indonesia are required to have the attitude of prioritizing build character and Christian values, character of Christ, the life standard of thinking, feeling and act like Christ, and biblical standards. The Church invites the congregation to act as initiators in the ministry, the church as a seeker and a teller of the truth, the attitude of the church in teaching and preaching is based on the knowledge of the Word of God, the attitude of the church in implementing the love of the truth and the attitude of the church toward worship in spirit and in truth, the attitude of the church in delivering truth through evangelism and church attitudes in rediscovering the doctrine of vocation. To be able to face the postmodern church is necessary toughness and consistency of true theology centered on God through the word of God which lives and abides forever shall be the basis for the attitude of the church in this postmodern era. ABSTRAK Gereja ditantang untuk ambil bagian dalam mengobarkan panggilan-Nya (Matius 28:18-20). Panggilan ini tidak pernah berubah sepanjang zaman. Ini pula yang harus mewarnai pelayanan gereja. Namun, setiap zaman memiliki konsep, pandangan, nilai-nilai, dan sistem yang berbeda. Saat ini gereja sudah tampak terbawa oleh arus zaman postmodern, sehingga gereja menghadapi pergumulan yang sangat serius dalam pemberitaan Injil dan moral-etika. Dalam menghadapi pergumulan ini gereja di Indonesia dituntut memiliki sikap memprioritaskan membangun watak dan tata nilai Kristiani, berkarakter Kristus, kehidupan dengan standar berpikir, berperasaan dan tindakan seperti Kristus, dan berstandar alkitabiah. Gereja mengajak jemaat untuk bersikap sebagai pemrakarsa dalam pelayanan, gereja sebagai pencari dan menyatakan kebenaran, sikap gereja dalam mengajar dan berkhotbah berdasarkan pengetahuan firman Tuhan, sikap gereja dalam menerapkan kasih dalam kebenaran dan sikap gereja terhadap penyembahan di dalam Roh dan kebenaran, sikap gereja dalam menyampaikan kebenaran melalui penginjilan, dan sikap gereja dalam menemukan kembali doktrin panggilannya. Gereja yang unggul harus memulainya dengan awal yang baik dari melewati proses rohani yang baik pula untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Gereja yang berkemampuan sebagai fasilitator atau mentor dalam melaksanakan misi Allah demi menjadikan semua bangsa murid Kristus. Gereja yang mampu menghadapi arus postmodern ini diperlukan ketangguhan dan konsistensi teologi yang benar, berpusat pada Allah melalui firman Allah yang hidup dan kekal harus menjadi dasar bagi sikap gereja di era posmodern ini.