Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI VIRTUAL DALAM PROGRAM KMMI KAMPUS MERDEKA (STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS DIGITAL PUBLIC SPEAKING) Alivia, Siva Fauzia; Agustin, Dinar Ayu chandra; Padmi, Made Fitri Maya
PRoMEDIA Vol 8, No 2 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i2.6630

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada seluruh masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Akibat pandemi covid-19 maka terjadilah perubahan pola komunikasi dan interaksi dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi salah satunya adalah pada program KMMI yang bergantung pada komunikasi berbasis media baru. Program KMMI adalah pembelajaran bentuk kursus singkat atau short course yang mencakup hard skills dan soft skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi virtual dalam program KMMI kampus merdeka. Penelitian ini menggunakan teori proses komunikasi, pola kumunikasi virtual dan pembelajaran online dengan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara terstruktur dan studi dokumentasi. Pemilihan sumber data ialah dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KMMI masuk dalam Pola Komunikasi Virtual CMC dengan media yang digunakan ialah melalui zoom dan whatsapp. Pola komunikasi yang terjadi dalam program KMMI yaitu Pola Komunikasi Interpersonal dengan model sekunder dan sirkular. Pola sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media dan pola sirkular adalah terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya arus dari komunikan ke komunikator saat proses komunikasi berlangsung. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Virtual, KMMI Kampus Merdeka
Female Masculinity and Power Relation in Patriarchic System: Case Study Tomboyism of Bacha Posh in Afghanistan Padmi, Made Fitri Maya
Nation State: Journal of International Studies Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Economics and Social Science, Department of International Relations, Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/NSJIS.2018v1i1.89

Abstract

The biological/essentialist theory of gender assumes that biological sexes determine the behavior patterns and roles of males and associates them with masculinity and females and associates them with femininity. However, there is debate to determine whether genders are biological or socially and culturally constructed. Feminist critique of the power relation between masculinity and femininity defined as the power to give privilege to the position of masculinity and men, and acknowledge the subordination of femininity and women. People also guided to conform to gender norms in society as identity. Female masculinity emerged as part of a resistance to the gender norms where females should adopt and perform feminine values and ways of life. This paper analyze the position of female masculinity, which is distinct from masculinity in patriarchic systems. This paper also analyze the early stage of female masculinity, tomboyism called Bacha Posh as experienced by many girls in Afghanistan. This paper showed to us that the phenomena of Bacha Posh reflect the gender trait was not flexible. It was decided by the need to fulfill patriarchy system in Afghan society.
Peran Media sebagai Bukti Pendukung dalam Proses Peradilan Mahkamah Internasional (Studi Kasus Tuntutan Afrika Selatan terkait Perang Israel dengan Palestina Tahun 2023–2024) Anawoli, Maria Anggriani Sori; Padmi, Made Fitri Maya
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 1 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i1.6020

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis validitas dan tantangan penggunaan media digital sebagai bukti dalam sidang ICJ. Selain itu, studi ini menilai dampak media dalam membentuk opini publik dan mendorong tekanan diplomatik. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, yang menampilkan analisis konten naratif dari materi media dan dibingkai oleh teori pembingkaian Entman (1993) dan kerangka pengaturan agenda McCombs & Shaw (1972). Temuan mengungkapkan bahwa media digital melakukan peran ganda: mereka mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia secara real time dan berfungsi sebagai instrumen pembingkaian yang membangun narasi kemanusiaan, dengan demikian memobilisasi solidaritas global dan memperkuat legitimasi Afrika Selatan dalam membawa kasus tersebut ke ICJ. Namun, kredibilitas bukti media tersebut sering dipertanyakan karena risiko misinformasi, bias editorial, dan manipulasi narasi. Akibatnya, integritas proses peradilan dan kepercayaan publik dapat dirusak tanpa mekanisme verifikasi yang kuat. Studi ini merekomendasikan pengembangan protokol verifikasi media yang transparan, berkolaborasi dengan badan independen (misalnya, organisasi pemeriksa fakta dan forensik digital), dan meningkatkan literasi media di antara para pelaku diplomatik untuk menjaga integritas bukti media dalam proses hukum internasional.