Penelitian ini menganalisis efisiensi biaya pemasangan jaringan distribusi listrik di daerah terpencil (Studi Kasus: Distrik Ibele, Papua) menggunakan metode Cost Benefit Analysis (CBA) dan Life Cycle Costing (LCC). Analisis dilakukan terhadap data Rencana Anggaran Biaya (RAB) riil untuk mengidentifikasi faktor pendorong biaya dan mengukur kelayakan proyek. Hasil utama menunjukkan bahwa komponen biaya dominan adalah faktor non-teknis, yaitu jasa pengangkutan material (32,7%) dan jasa pemasangan (hingga 71,5%). Analisis CBA menyimpulkan proyek tidak layak secara finansial (NPV -Rp 1,39 M; IRR 1,48 %; BCR 0,645), sementara LCC menunjukkan total biaya kepemilikan mencapai 144% dari investasi awal, menyoroti tingginya beban operasional (OPEX) jangka panjang. Disimpulkan bahwa efisiensi pada proyek sejenis memerlukan pergeseran paradigma dari fokus menekan biaya investasi awal (CAPEX) ke perencanaan logistik yang superior dan adopsi LCC dalam pengadaan. Proyek ini divalidasi sebagai investasi sosial yang kelayakannya ditentukan oleh manfaat sosio-ekonomi, bukan profitabilitas finansial.