Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama

Islam Wasatiyya in the View of Majelis Ulama Indonesia Juhri, Muhammad Alan; Assegaf, Abdillah; Fauzi, Darma Ami
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2023): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.6538

Abstract

This article examines wasatiyya through the eyes of the Indonesian Ulema Council (MUI). In terms of current religiosity in Indonesian society, most people are polarized into two extreme patterns, namely the extreme right and the extreme left. The role of the Indonesian Ulema Council (MUI) is demonstrated by demonstrating the concept of Islamic wasatiyya taught by the Prophet Muhammad SAW. The emergence of radicalism and liberalism was undoubtedly influenced by several factors, including religious exaggeration or, conversely, taking religious matters lightly. This article specifically seeks to answer two questions. First and foremost, how did the MUI come to be? Second, how does the MUI view the concept of wasatiyya da'wah? Third, what is the role of the Indonesian Ulema Council's (MUI) fatwa for the Indonesian people? As a result, we can see that the MUI, a semi-official institution in Indonesia, plays an important role in religious matters for Indonesian society, including preventing the emergence of extreme right and extreme left views. Until we believe MUI has carried out a religious moderation movement, also known as Wasatiyya al-Islam. Keywords: MUI, Preaching, Radical, Wasatiyya.
Revitalisasi Peran Keluarga Tumbuhkan Toleransi Sejak Dini: Teladan Kisah Luqman Juhri, Muhammad Alan
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 4 No. 1 (2024): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v4i1.9053

Abstract

Momok intoleransi tampak semakin mengancam setelah didapati sederet kasus yang melibatkan anak-anak. Mulai dari ujaran kebencian (hate speech), penyerangan individu dan rumah ibadah umat agama lain, bahkan hingga melakukan aksi terorisme berupa penembakan dan pengeboman. Kondisi mengenaskan ini mesti segera diberantas mengingat anak-anak sebagai tunas bangsa yang akan memperjuangkan keharmonisan bangsa ke depan. Dengan menggali keteladanan kisah Luqman (QS Luqman: 15), tulisan ini menegaskan bahwa nilai-nilai toleransi sangat perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Peran keluarga sebagai madrasatul ula perlu direvitalisasi. Mulai dari pembekalan, pembiasaan, keteladanan, hingga pengawasan perlu diimplementasikan sebagai langkah-langkah praktis yang ditawarkan dalam tulisan ini.