Proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII-I SMPN 7 Kediri mengalami beberapa kendala. Kendalanya adalah sebagian besar peserta didik menganggap bahwa Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang sulit. Kondisi seperti ini menyebabkan peserta didik kebanyakan diam (pasif), kurang aktif dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Bahkan beberapa peserta didik sering meninggalkan ruangan kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, dengan alasan yang bermacam-macam, di antaranya, karena tidak suka dengan cara guru mengajar, merasa bosan dengan metode mengajar guru dan sebagainya. Maka dari itu diperlukan penerapan metode yang sesuai dengan pembelajaran. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran yaitu Auditory, Intellectually, Repetition. Sebelum diadakan tindakan, motivasi peserta didik rendah, yaitu dengan skor 2,78. Setelah tindakan, pada siklus I terjadi peningkatan motivasi peserta didik dengan skor rata-rata sebesar 3,11. Pada siklus II skor motivasi peserta didik meningkat menjadi 4,67. Sedangkan peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum tindakan menunjukkan rata-rata sebesar 73,3. Sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 76,7. Pada siklus II meningkat menjadi 81. Jumlah peserta didik yang tuntas sebelum dilaksanakan tindakan kelas adalah 14 dari dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (47%). Setelah diadakan tindakan kelas, meningkat menjadi 19 dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (63%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II ada 24 dari 30 peserta didik yang nilainya tuntas mencapai KKM (80%).