., Untung
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN PEPAYA ( Carica Papaya ) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAGING AYAM PETELUR AFKIR ., Untung
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman daging ayam petelur afkir kedalam ekstrak daun papaya (Carica papaya), terhadap uji organoleptik daging ayam petelur afkir. Lama Perendaman dengan ekstrak daun papaya (Carica papaya) dapat mempertahankan sifat kimia dan meningkatkatkan sifat fisik daging ayam petelur afkir pada lama perendaman 130 menit .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 potong daging yang beratnya 100 gram. Sehingga membutuhkan potongan daing ayam petelur afkir. Adapun Perlakuan :P0 : 10 gram daging ayam petelur afkir + perendaman 0 menit ((kontrol) . P1 : 100 gram daging ayam petelur afkir + perendaman 45 menit, P2 : 100 gram daging ayam petelur + perendaman 90 menit .P3 : 100 gram daging ayam petelur afkir + perendaman 145 menit. Berdasarkan hasil penelitian melalui uji organoleptik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, .lama perendaman 0 menit (kontrol), perendaman 45 menit, perendaman 90 menit tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap warna, tekstur, aroma, dan keempukan daging ayam petelur afkir, sedangkan lama perendaman 135 menit berpengaruh sangat nyata (p<0,05) terhadap tekstur daging ayam petelur afkir
SISTEM PERBURUAN BABI HUTAN (Sus scrofa) PADA SUKU MEE DI DISTRIK WANGGAR KABUPATEN NABIRE ., Untung
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola atau sistem aktivitas berburu, tujuan dan hasil berburu babi hutan yang dilakukan oleh masyarakat di Distrik Wanggar Kabupaten Nabire. Penelitian dilaksanakan di awal bulan Agustus sampai dengan awal bulan September tahun 2022 Di Distrik Wanggar Kabupaten Nabire. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan berbagai kondisi dan sesuatu seperti apa adanya. Data yangdikumpulkan dalam tipe deskriptif ini adalah data yang berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka Perburuan babi hutan yang dilakukan masyarakat suku Mee di distrik wanggar merupakan pekerjaan sambilan, sebagian besar mereka petani. Sistem perburuan babi hutan dilakukan berkelompok dan mandiri dan peralatan berburu yang digunakan busur panah, tombak dan jerat. pemasangan jerat dilakukan dengan melihat tanda-tanda dimana babi sering lewat berupa jejak kaki, dan congkelan tanah yang terbongkar Hasil buruan yang didapat tidak dijual karena kebutuhan konsumsi Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, perburuan babi hutan yang dilakukan Masyarakat Suku Mee merupakan pekerjaan sampingan dan hasil buruan tidak dijual tetapi untuk dikonsumsi sendiri
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BUAH MENGKUDU (MorindaCitrifolia L) DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR FASE LAYER ., Untung
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal FAPERTANAK Jurnal Pertanian dan Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung buah mengkudu dalam pakan terhadap produktivitas ayam petelurf ase layer. Pemberian tepung buah mengkudu dalam pakan dapat berpengaruh nyata terhadap produksi telur (HDP) dengan level 4,5% pada ayam petelur fase layer.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam, sehingga ayam yang digunakan berjumlah 64 ekor. Adapun Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut :P0 =sebagai kontrol (tanpa tepung buah mengkudu)P1= Pakan basal + 1,5% tepung buah mengkudu,P2= Pakan basal + 3 % tepung buah mengkudu,P3= Pakan basal + 4,5% tepung buah mengkudu. Berdasarkan hasil penelitian da pembasahan pada BAB IV maka ditarik kesimpulan bahwa: (a).Pemberian tepung buah mengkudu (TBM) dalam pakan tidak berpengaruh nyata (Fhitung<Ftabel) terhadap konsumsi pakan, berat telur, dan konversi pakan pada ayam petelur fase layer.(B).Pemberian tepung buah mengkudu (TBM) dalam pakan dengan level 4,5% (perlakuan P3) berpengaruh nyata terhadap hen day production (HDP), (Fhitung>Ftabel) dan menghasilkan nilai HDP tertinggi yakni rata-rata 87.56%