Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISMENOREA PADA SISWI DI SMP IT BADRUL ISLAM PEKANBARU TAHUN 2018 Sari, Adhistie Indah
Ensiklopedia of Journal Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Edisi 1 Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.611 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v2i2.406

Abstract

Adolescence is a dynamic phase of development in an individual's life, which is a period of transition from childhood to adulthood. One of the maturity of young women is characterized by menstruation. And nearly every menstruating woman experiences dysmenorrhoea or menstrual pain. From the initial survey conducted by interviewing students at SMP IT Badrul Islam Pekanbaru, there were still students who did not know about the factors that influence dysmenorrhoea, therefore the authors were interested in conducting research at the junior high school. The research method used is descriptive, data collection used is primary data obtained from respondents and secondary data from the teacher. and presented in the frequency distribution table. The population in this study were students of SMP IT Badrul Islam Pekanbaru and sampling with a total sampling of 30 people. From the results of the study found the majority of knowledgeable respondents Based on the knowledge factor of Badrul Islam Junior High School students had good knowledge of 20 people (67%), doing sports activities and habits x3x a week by 57% with the majority of respondents choosing jogging by 23% and having a pattern and regular eating habits that is 3x a day by 67% (20 people), namely with breakfast breakfast, lunch is rice, side dishes and vegetables and dinner is rice and side dishes. It can be concluded that adequate knowledge of exercise habits and irregular eating patterns can affect dysmenorrhoea. Suggestions for Badrul Islam IT Middle School students to be able to know more information about the factors that influence dysmenorrhoea and how to overcome the dysmenorrhoea from parents, teachers, peers and internet media.
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru Sari, Adhistie Indah
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.168

Abstract

Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%. Kemudian pada tahun 2018, prevalensi merokok terjadi peningkatkan sebesar 20%. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India (Kemenkes, 2020). Selain prevalensi merokok meningkat, usia perokok pemula pun semakin lama semakin usia muda, hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun dan berdasarkan jenis kelamin prevalensi perokok 16 kali lebih tinggi pada laki-laki (65,8%) dibandingkan perempuan (4,2%). (Riskesdas, 2013). Merokok berdampak buruk pada kesehatan dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kehilangan sensitivitas indra, batuk, dan kanker paru-paru. Prevalensi merokok remaja meningkat di Indonesia, terutama di provinsi Lampung, NTB, Bengkulu, dan Jawa Barat dan Riau. Berdasarkan obeservasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMK Akbar Pekanbaru Tahun 2023, banyak ditemukan banyak remaja putra yang merokok diluar lingkungan sekolah seperti warung dan parkiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putra terhadap bahaya merokok Di SMK Akbar Pekanbaru tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan rancangan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 166 responden dan sampel 62 responden dengan mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pernyataan tentang pengetahaun bahaya merokok. Adapun skala yang digunakan ordinal dengan kategori baik/cukup/kurang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS secara univariat. Adapun hasil penelitian distribusi frekuensi didapatkan yaitu pengetahuan baik sebanyak 12 orang (19,4%), cukup sebanyak 40 orang (64,5%) dan kurang sebanyak 10 orang (16,1%). Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat pengetahuan remaja terhadap bahaya merokok mayoritas berpengetahuan cukup (64,5%), hal ini karena remaja putra hanya sekedar mengetahui apa itu bahaya merokok tetapi tidak terlalu memahami apa sebenarnya rokok tersebut, apa saja kandungannya, dan mengapa dapat berbahaya bagi kesehatan,  Diharapkan pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dan Babinkhatibmas dalam pelayanan promotif dan preventif terhadap bahaya merokok bagi remaja.