Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Mengatasi Golput pada Pemilu 2014 Evelina, Lidya Wati; Angeline, Mia
Humaniora Vol 6, No 1 (2015): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v6i1.3302

Abstract

Data from General Election Commission (KPU) said the 2009 election abstentions level is still relatively high , ie 49,212,161 non voters (29.1%) of the 176,411,434 voters. The low political participation of Indonesian society is caused by many cases convoluting political parties, the lack of potential figure of political parties, and the decline of the party's image. Research aims to find the 2014 election socialization efforts of the General Election Commission to reduce the level of abstentions and how the media shape public opinion to reduce the abstentees. Research used qualitative method with data collection through interview and literature. Data were analyzed with data reduction and triangulation. The study found the socialization media used for 2014 election were national and regional media socializing to various schools and universities in Indonesia. KPU also recruited agents of socialization in 2014, put up posters and banners, did activities along with agents of socialization, and increased the number of polling stations (TPS). KPU disseminated the information to the mass media to be publicized. The goal is to involve the community and to contribute to the success of the election. Electronic mass media need to make a program that helps the socialization of the election, for example having an open debate of all parties participating in the election in a special slot provided by the government then they explain the program and their pro-people commitments. As conclusions, the commission and the media have not been systematically designing programs that can persuade public to participate in the election of 2014. Research recommends the media to make a program that is interactive and engaging based on local tastes and culture to provide a common understanding about the 2014 election. 
Pekalongan, The World’s City of Batik, Embraces Plurality Through Cultural Events with Religious Background Murti Sri Budiarto, Wisnu; Restiani, Arum Dyah; Evelina, Lidya Wati
Business Economic, Communication, and Social Sciences Journal (BECOSS) Vol. 6 No. 2 (2024): BECOSS
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/becossjournal.v6i2.11508

Abstract

This journal investigates Pekalongan’s city branding through the Giant Lopis tradition and the Ritual & Culture Carnival. As the world’s batik hub, Pekalongan’s cultural richness and diverse communities, epitomized as the Batik City, are integral to its identity. The Giant Lopis tradition, featuring colossal rice cakes, symbolizes unity among diverse ethnic and religious groups, fostering harmony. Conversely, the Ritual & Culture Carnival by Klenteng Po An Thian Pekalongan highlights Chinese cultural expressions, enhancing the city’s cultural tapestry. Using qualitative methods such as ethnographic observations and content analysis, this research explores how these traditions contribute to Pekalongan’s branding as a plural city. Additionally, various cultural backgrounds, including Chinese and Islamic, contribute to the diversity of Batik motifs. Findings underscore their positive impact, fostering resident pride, intercultural bonds, and attracting domestic visitors. This study offers valuable insights for policymakers and marketers aiming to leverage cultural heritage for inclusive city promotion.
Strategi Kreativitas Konten Youtube Simas Media Dalam  Minat Konsumen Membeli Mobil Second Evelina, Lidya Wati; Berliani Eka Saputri
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 6 No. 1 (2025): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v6i1.102

Abstract

Fenomena penggunaan YouTube semakin banyak digunakan. Salah satunya platform jual beli termasuk  mobil second. Mereka mendapat banyak informasi dan edukasi tentang mobil yang akan dibelinya dari konten YouTube tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi konten YouTube SIMAS MEDIA yang menarik minat beli mobil second. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian menggunakan studi kasus. Pengumpulan data dari hasil wawancara dengan pemilik Chanel YouTube yang sekaligus pembuat konten dan melakukan observasi pada konten YouTube yang memiliki engagement rate tertinggi. Kemudian dari hasil wawancara dan observasi dianalisis dengan menggunakan reduksi data dan dilakukan trianggulasi metode dengan  membandingkan antara hasil observasi dengan hasil wawancara. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah strategi konten YouTube SIMAS MEDIA menggunakan perencanaan teknis (penentuan, waktu pelaksanaan, lokasi dan perlengkapan syuting).  Kemudian konsisten dalam pembuatan konten pada gambar, suara secara jelas. Sedangkan Perencanaan non teknis, SIMAS Media  rutin mengupload konten dan menjaga kualitas tayangan yang informatif dan edukatif. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa strategi pembuatan konten video YouTube tersebut dapat mendorong minat beli konsumen dengan Call to value dan Call to action serta pendekatan komunikasi syncronus langsung merespon komentar viewers. 
Strategi Branding Indonesia Melalui Festival Music We The Fest Untuk Milenial Di Media Sosial Evelina, Lidya Wati
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v3i1.1139

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peran Event Organizer Ismaya Live pada festival We the Fest sebagai penggerak milenial guna menjadi agen promosi Indonesia melalui pertunjukan kolaborasi musik dari musisi nasional dan internasional. Penelitian ini juga mengkaji peran media sosial sebagai media promosi event untuk generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian etnografi virtual. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi online. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi dengan triangulasi sumber. Hasil yang dicapai yaitu event “We the Fest” mampu menjadi ajang promosi Indonesia di negara lain melalui media sosial terutama melalui Instagram. Event Festival We the Fest yang diselenggarakan selama tiga hari ini adalah event terbesar di Asia Tenggara dan menjadi ajang pertemuan antar millennias. Mereka secara suka rela mengeluarkan uang untuk membeli tiket yang termasuk relative mahal untuk ukuran uang saku orang muda, yaitu di atas Rp 1 juta per hari. Sebagai daya tarik event tersebut mengadakan kompetisi membuat poster dan memberi kesempatan musisi pendatang baru untuk tampil dengan cara mengirimkan lagu ke kompetisi submit your music. Temuan dalam penelitian ini media sosial berperan melalui konten kreatif, penggunaan hashtag #wethefest sebanyak 29,705 posts dan tingginya partisipasi melalui kehadiran pengunjung yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan minat dan opini pengunjung millennial terjadi interaksi dengan 29,4 K postingan yang menggunakan hashtag #wethefest pada Instagram (data per Maret 2022). Untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan sebagai event branding Indonesia, “We the Fest” selalu menampilkan berbagai tarian adat Indonesia dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kata kunci: Event Organizer, Festival Musik, Media Sosial, Milenial, Nation Branding