Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan oleh peneliti dilapangan, dimana terdapat seorang siswa tunagrahita ringan yang belum mampu untuk mengenal dan membedakan huruf konsonan diantaranya yaitu huruf (b, d, p, q, m, dan n) siswa ini duduk di kelas III SLB Hikmah Reformasi Padang. Pada saat kegiatan pengamatan yang peneliti lakukan, terlihat bahwa kemampuan mengenal huruf yang dimiliki siswa masih kurang dan perlu bimbingan lagi, selain itu dalam belajar siswa juga terlihat kurang tertarik dalam belajar mengenal huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf (b, d, p, q, m,dan n) melalui bermain pancing huruf. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperiman dengan menggunakan subyek tunggal atau Singel Subyek Research (SSR) dengan desain penelitian A-B-A. Dalam upaya untuk mengumpulkan data dilakukan melalui beberapa tahapan, yang pertama yaitu dengan cara mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswa pada fase baseline 1 (A1) yang dilakukan secara kontiniu selama 5 kali pertemuan hingga data yang diperoleh stabil. Selanjutnya yaitu memberikan intervensi (B) melalui bermain pancing huruf yang dilakukan sebanyak 9 kali hingga data yang diperoleh stabil. Kemudian melakukan pengamatan kondisi baseline yang ke 2 (A2) selama 4 kali pertemuan dengan tujuan untuk melihat adakah pengaruh dari intervensi yang telah dilakukan melalui bermain pancing huruf terhadap kemampuan mengenal huruf konsonan pada siswa. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes kepada siswa dan juga menggunakan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bermain pancing huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada siswa tunagrahita ringan.