Ahmad Lutfi
IAIN Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK-PRAKTIK KEBENARAN AGAMA ANALISIS KONTESTASI KOMUNITAS MUSLIM DI HADAPAN KATOLIK DI PONOROGO THE PRACTICES OF RELIGIOUS TRUTH CONTESTATION ANALYSIS OF MUSLIM COMMUNITY BEFORE CATHOLICS IN PONOROGO Lutfi, Ahmad
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.069 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.641

Abstract

Pasca tragedi yang muncul dari kubu Dewan Dakwah Islam pada tahun 2008 muncul fenomena baru dalam sejarah agama di desa Klepu, yakni terbentuknya forum masjid. Forum ini menandai babak baru munculnya agama publik di Umat Islam. Namun justru di sini letak persoalannya, yakni agama yang awalnya bersifat privat berubah menjadi bersifat publik. Tulisan ini akan mendekati persoalan terbentuknya agama publik tersebut dengan pendekatan sosiologi. Teori yang akan digunakan adalah teori kontestasinya Pierre Bourdieu. Fokus yang akan dianalisis adalah masalah kontestasi muslim dihadapan Katolik. Ada dua persoalan yang akan dibahas, pertama bagaimana habitus forum masjid yang telah mengubah agama dari privat menjadi publik. Kedua, bagaimana forum masjid memainkan kapital hingga menjadikan agama berubah menjadi ruang publik. Kesimpulan, perubahan itu diawali dari bersatunya antara ?yang agama? dan ?yang politik?. Kedua kapital ekonomi dan simbol. Habitus dan capital ini merupakan modus bagi beralihnya agama privat menjadi publik.
PERGULATAN SYARIAH DAN TASAWUF DI NUSANTARA: Analisis Kuasa Pengetahuan Syariah Atas Sufi Siti Jenar Dalam Praktek Islam Politik Ahmad Lutfi
Dialogia Vol 17, No 2 (2019): DIALOGIA JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v17i2.1858

Abstract

Abstract: The writing will reveal the relation of knowledge and power by taking the case of Sheikh Siti Jenar. The focus is on "aspects of thinking" that influence behavior. First, The problem sub-formulation, what is Sufi Siti Jenar thinking? Second, how does the relation of Siti Jenar's teachings dominate the body of its adherents to become its socio-political movement? Third, how is the practice of the power of walisongo knowledge in framing the truth of the teachings which has an effect on the marginalization of the Siti Jenar group?To do that, the writer will use a critical discourse analysis approach by utilizing his geneology theory Michel Foucault. The results of the discussion can be concluded are first, Sufism of Sufi Siti Jenar has the effect of liberation from humans themselves on the one hand, and has a deconstructive dimension to the meaning of power when placed in a socio-political space. Second, the form of mastery of his body is the birth of the perspective of the separation of religion and politics. However, because this thought was present at a time when the community did not yet have a referential awareness about secularization, the phenomenon of Siti Jenar and her followers was considered a rebel. Third, the locus of shari'ah walisongo actually makes Islam as something formalist. Formally, is an Islamic kingdom based on sharia enforcement itself. This makes the conflict of knowledge between sharia and Sufism. The clash is not only about interests but also because the basic character of the two sciences is indeed different and guides the behavior of adherents differently.الخلاصة :  تهدف كتابة هذه المقالة للكشف عن صلّة المعرفة والسّلطة عند شيخ سيّد جنار. وركزت كتابة هذه المقالة على "ناحية الفكرة"، لوجود الأثر على السلوكية. وأما الفروع لمشكلة البحث فهو كما يلي: الأوّل: كيف فكرة التصوّف عند شيخ سيّد جنار؟  والثّاني: كيف الصلّة في تعاليم شيخ سيّد جنار عند رابط الجأش لتابعه حتي خطر في حركتهم السياسة الاجتماعية؟ والثالث: كيف تطبيق سلطة المعرفة لوالي سونجو عند صياغ حقائق التعاليم، وتأثر ذلك إلى إسقاط فرقة شيخ سيّد جنار؟ وللوصول إلى البيانات السابقة، استخدم الكاتب منهج تحليل السياقات النّقديّة، باستخدام النّظرية الأنساب (geneologi) من ميجال فوغات (Michel Foucault). وأما النتائج من كتابة هذه المقالة هي:  الأوّل: تؤثّر فكرة التصوّف من شيخ سيّد جنار إلى الليبرالية لنفس الإنسان، وعلى الأبعاد يؤدّي إلى ظهور تّفكيكي السلطة إذا وضع فى مجال السياسية الاجتماعية. والثاني: تولد سلطة الأجسام على وجهات النظر بتفارق الدّين والسياسية. ولكن أصبحت الفكرة الظاهرة من شيخ سيّد جنار وتابعه حركة انتفاضة لعدم وعي المجتمع نحو العلمانية.  والثالث :  مواضع الشريعة لوالي سونجو  يفضي الإسلام إلي صورة الشكلية.  وأما صورة الرّسمية من دين الإسلام هي بصورة الممالك الإسلامية بمبدئي الشريعة. إذ يسبّب هذا الحال إلى ظهور الصدمة بين الشريعة والتصوّف، لإختلاف الخصائص والحاجات بينهما. Abstrak: Tulisan akan mengungkap relasi pengetahuan dan kekuasan dengan mengambil kasus Syekh Siti Jenar. Fokusnya pada “aspek pemikiran” yang berpengaruh terhadap perilaku. Sub-rumusan masalahnya adalah pertama, bagaimana pemikiran tasawuf Siti Jenar? Kedua, bagaimana relasi ajaran Siti Jenar menguasai tubuh para penganutnya hingga menjadi gerak sosial politiknya? ketiga, bagaimana praktek kuasa pengetahuan walisongo dalam membingkai kebenaran ajaranya yang berefek pada marginalisasi kelompok Siti Jenar?. Untuk mengkerangkai pembahasan tersebut, penulis akan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan memanfaatkan teori geneologinya Michel Foucault. Hasil pembahasanya bisa disimpulkan pertama Pemikiran tasawuf Siti Jenar berdampak liberasi dari manusia itu sendiri di satu sisi, dan berdimensi dekonstrukstif pada makna kekuasaan bila diletakkan dalam ruang sosio-politik. Kedua, bentuk dari penguasaan tubuhnya adalah lahirnya perspektif pemisahan agama dan politik. Namun karena pemikiran ini hadir pada masa dimana masyarakat waktu itu belum mempunyai kesadaran referensial tentang sekularisasi, maka fenomena Siti Jenar dan pengikutnya dianggap sebagai pemberontak. Ketiga, lokus syari’ah walisongo justru menjadikan Islam sebagai sesuatu yang formalis. Bentuk formanyal adalah kerajaan Islam berbasis penegakan syariah itu sendiri. Hal ini menjadikan benturan pengetahuan antara syariah dengan tasawuf. Benturan itu bukan hanya adanya kepentingan tapi karena karakter dasar dari kedua ilmu itu memang berbeda dan menuntun perilaku penganutnya secara berbeda pula.