Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KAWASAN RAWAN BENCANA (ANALISIS DALAM STUDI GERAKAN SOSIAL KONSERVASI HUTAN RAKYAT DI SEMOYO GUNUNG KIDUL) Khoiroh, Ikhwana
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan strategi gerakan sosial konservasi hutan rakyat berbasis masyarakat lokal di wilayah semoyo Patuk Gunungkidul.  Penelitian ini menggunakan studi literasi model kualitatif dengan teknik analisa data menggunakan teknik triangulas.i Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi gerakan yang dilakukan oleh para aktor gerakan sosial antara lain yakni Pertama, strategi advokasi dengan mendirikan lembaga bank hutan rakyat semoyo (Forest Bank Indonesia), Kedua, membentuk peraturan desa mengenai hutan rakyat dalam meminimalisir adanya tebang butuh. Ketiga, adannya strategi pemberdayaan yang digunakan sebagai langkah untuk memandirikan masyarakat semoyo dalam menumbuhkan ekonomi dengan tetap melindungi alam semoyo sebagai kawasan konservasi. Kata kunci: Gerakan sosial, hutan rakyat, Pemberdayaan Masyarakat, strategi.  AbstractThe purpose of writing this article is to describe the strategy of a community-based community forest conservation social movement in the Semoyo area of Patuk Gunungkidul. This study uses a qualitative model literacy study with data analysis techniques using the triangulas technique. The results of the study explain that the movement strategies undertaken by social movement actors include: First, an advocacy strategy by establishing a Semoyo community forest bank institution (Forest Bank Indonesia), Second , establishing village regulations regarding community forests in minimizing the need for cutting. Third, the existence of an empowerment strategy that is used as a step to make the people of Semoyo independent in growing the economy while still protecting the nature of Semoyo as a conservation area. Keywords: social movement, community forest, community empowerment, strategy.