Muzakkir, Muzakkir
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjadi “Tamu Istimewa” di Rumah Orang Lain: Identitas Sosial dan Etnosentrisme Jamaah Suluk Asal Malaysia di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) Muzakkir, Muzakkir; AS, Abdullah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.344 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.685

Abstract

Artikel ini tentang jamaah asal Malaysia yang terlibat dalam aktivitas spiritual di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB). Jamaah asal Malaysia ini berbeda dan membedaan diri dengan jamaah lokal, atau masyarakat Kampung Besilam. Untuk memahami eksistensi jamaah asal Malaysia ini diajukan pertanyaan apa identitas sosial dan bagaimana etnosentrisme jamaah asal Malaysia di TNKB. Menjawab pertanyaan diajukan digunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data ditemukan. Penelitian ini menemukan bahwa identitas sosial jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan struktur sosial-ekonomi menempatkan kelompok tersebut sebagai kelompok menengah-atas karena memiliki profesi sebagai pegawai pemerintah, dan sebagian ada juga sebagai pejabat negara. Identitas sosial ditandai dengan penggunaan bahasa Melayu khas Malaysia, dan kecenderungan selalu berkelompok antar sesama dalam aktivitas spiritual dan sosial. Sedangkan etnosentrisme jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan pandangan bahwa Malaysia lebih maju dari Indonesia, serta didukung stereotip pengalaman yang memposisikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok pekerja kelas rendah di Malaysia. Stereotip mempengaruhi pandangan jamaah asal Malaysia tentang jamaah lokal, dan masyarakat Kampung Besilam masih terbelakang dan sulit untuk dipercayai.
WOMEN’S PROTECTION IN THE PHILOSOPHY OF “THE MAN OF POWER” WITHIN JOINT AND NUCLEAR FAMILY SYSTEMS: A Study in Indonesia and Pakistan Dewi, Ernita; Furqan, Muhammad; Wan Zakaria, Wan Fariza Alyati; Sain, Zohaib Hasan; Muzakkir, Muzakkir
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 49, No 2 (2025)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v49i2.1438

Abstract

Pakistani society generally interprets Islamic teachings textually, especially regarding men’s responsibility to protect women, resulting in a strong patriarchal structure. The joint family system places the eldest male as the protector for all members, giving women security in basic needs and housing. This differs from Indonesia, where Muslim communities tend to provide women with greater equality and autonomy. Using a qualitative descriptive method through field and literature research, this study finds that women in Pakistan’s joint family system receive broader support when husbands are absent or irresponsible. In contrast, women in nuclear families—common in Indonesia—often face greater vulnerability due to limited family assistance. While the joint family system enhances women’s protection, it also reinforces dependence on male authority.