Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI KECACATAN COIL BASAH DAN UPAYA PERBAIKAN DENGAN METODE SEVEN TOOLS DAN FAULURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. XYZ MEDAN Melinda, Tiara; Ginting, Elisabeth
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 18 No. 2 (2016): JSTI Volume 18 Number 2 July 2016
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.038 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v18i2.356

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang insektisida dengan produk obat nyamuk bakar (coil). PT. XYZ melakukan proses produksi sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan , namun pada kenyataanya masih ditemukan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan perusahaan (cacat). Identifikasi kecacatan coil basah dilakukan dengan menerapkan metode Seven Tools. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis kecacatan yang terjadi yaitu coil terpotong sebanyak 4757 dc, coil retak sebanyak 3307 dc dan coil renggang sebanyak 2375 dc. Faktor penyebab kecacatan umumnya dipengaruhi viskositas tepung onggok yang berperan sebagai perekat adonan coil. Hasil control chart menunjukkan jumlah produk cacat yang berada diluarcontrol yaitu sebesar71,43%. Hasilbrainstormingyang dirincikan pada cause and effect diagram, didapat beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kecacatan yaitu faktor manusia dan mesin. Langkah selanjutnya adalah menetapkan faktor penyebab kecacatan dengan metode FMEA. Jenis kecacatan terpotong memiliki nilai RPN tertinggi pada faktor manusia yang kurang inisiatif sebesar 240.Jenis kecacatan retak memiliki nilai RPN tertinggi pada faktor mould bermasalah sebesar 256.
Optimalisasi prototipe desalinasi non-invasif tenaga surya menggunakan System Desalinasi Hibrida (Fotovoltaik-Termoelektrik) untuk Produksi Air Bersih Off-Grid di Daerah Pesisir Sianturi, Roy Lamrun; Malau, Rinaldo Hasudungan; Melinda, Tiara
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v7i2.2184

Abstract

Keterbatasan akses air tawar di wilayah pesisir akibat tekanan antropogenik dan perubahan iklim menuntut inovasi teknologi desalinasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi prototipe desalinasi non-invasif tenaga surya dengan menerapkan Sistem Desalinasi Hibrida (Fotovoltaik-Termoelektrik) guna memenuhi kebutuhan produksi air bersih secara off-grid. Melalui desain modular yang mengedepankan skalabilitas dan kemudahan instalasi, studi ini mengevaluasi peningkatan kinerja dari prototipe awal menuju unit skala pilot yang dioptimalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem mencapai efisiensi penghilangan konduktivitas hingga $>99\%$, yang menjamin kualitas air bersih secara konsisten antar musim. Implementasi teknologi hibrida pada unit skala pilot berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan dari 0,45 L/hari.m² menjadi 6 L/hari.m² pada periode radiasi matahari puncak. Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi komponen fotovoltaik-termoelektrik tidak hanya meningkatkan efisiensi konversi energi matahari secara substansial, tetapi juga menawarkan solusi desalinasi yang non-invasif bagi ekosistem pesisir. Penulisan ini memberikan kontribusi pada pengembangan infrastruktur air mandiri di wilayah dengan intensitas cahaya matahari melimpah, sekaligus membuka peluang riset lanjutan pada penggunaan material penyerap inovatif dan sistem kontrol operasional yang adaptif.
Karakteristik Pembakaran dan Emisi Gas Buang Mesin Diesel Stasioner Berbahan Bakar Campuran Solar (Cinnamon Oil dan Basil Oil) Sianturi, Roy Lamrun; Melinda, Tiara; Malau, Rinaldo Hasudungan
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v7i2.2242

Abstract

The depletion of fossil fuels and stringent emission regulations demand renewable additives that enhance diesel combustion while reducing pollutants. This study experimentally investigates the combustion characteristics and exhaust emissions of diesel blended with cinnamon oil and basil oil as dual additives in a single-cylinder stationary diesel engine. Essential oils were mixed with diesel at 5%, 10%, and 15%, either singly or in combination, and tested at 1500 rpm under varying loads (0–100%). Results showed that the dual additive blend at 10% (DCB10) yielded the best performance, reducing CO and HC emissions by up to 40.9% and 32.1%, respectively, compared to neat diesel. However, NOx emissions increased by 8.5% due to higher combustion temperatures and oxygen availability. The synergistic effect of cinnamon oil's low viscosity and basil oil's antioxidant properties improved atomization and oxidation kinetics, leading to more complete combustion. Despite the NOx trade-off, the net environmental benefit is positive, positioning dual essential oil blends as promising bio-additives for cleaner diesel operation.