Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Purwarupa Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Menggunakan Sensor MQ-2 dan Arduino UNO Pambudi, Yoyok Dwi Setyo; Ardianto, Donie Agus; Irwansyah, Nurkahfi; Sukmawan, Fajar
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 6 No 2 (2023): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v6i2.36535

Abstract

Dengan banyaknya pemakaian Liquid Petroleum Gas (LPG) untuk rumah tangga, usaha kecil, dan industri mikro maka potensi resiko atas penggunaan LPG juga akan timbul. Minimnya upaya masyarakat sebagai pemakai LPG dalam mencegah terjadinya kebocoran gas membuat kasus kebakaran akibat LPG marak terjadi, setidaknya perlu ada tindakan dalam menanggulangi hal tersebut untuk meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan terjadi selanjutnya. Resiko kebakaran atau ledakan akibat kebocoran LPG dapat dihindari apabila ada pencegahan dini, saat gas keluar atau pada saat pada kebocoran gas terjadi. Pada penelitian ini dikembangkanlah sebuah sistem keamanan dengan cara memberikan sistem peringatan untuk memberikan sebuah tanda jika terjadi kebocoran gas di dalam rumah. Jika sistem ini mendeteksi adanya kandungan LPG maka sistem akan memberikan sebuah tanda peringatan berupa alarm. Pengembangan berupa purwarupa bersifat portabel yang dapat membantu dalam pendeteksian kebocoran gas dengan menggunakan beberapa modul elektronik sehingga menjadi suatu sistem alat terintegrasi yang mampu memberikan suatu peringatan berupa alarm. Purwarupa menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai algoritma sistem dan Sensor MQ-2 sebagai pendeteksi kebocoran gas. Jika tingkat kebocoran melebihi batasan tertentu maka sistem akan menyalakan alarm dan mengaktifkan kipas untuk membuang konsentrasi gas pada ruangan. Untuk menampilkan parameter terukur digunakan LED display.
Reduksi Harmonik dengan Common Mode pada Inverter 500 Watt Muhirno, Muhirno; Setiawan, Agus; Irwansyah, Nurkahfi
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 7 No 1 (2024): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v7i1.39309

Abstract

In order not to be disconnected from the electrical energy source, a backup system is needed. One way is to use a charging system when PLN is on and storing it in an accumulator for use during a PLN blackout. However, when charging, the electricity stored in the accumulator is in the form of DC current, so it needs to be converted back to AC current, namely with an AC to DC inverter. The inverter system uses switching which creates harmonics. Disturbances in the electric power system caused by wave and current distortion are called harmonics. Harmonics can cause sinusoidal waves to become less sinusoidal, caused by high frequency waves which are multiples of the fundamental frequency. To reduce harmonics, install an EMI filter at the inverter output. This research measures the effectiveness of installing a filter using Labview 2014 software on a 500 W custom low inverter with inductive, resistive and capacitive loads using Labview software and the NI myDAQ instrument. The results of the research are that the standby/no-load power required for the common mode EMI filter is 0.03 A’s at a voltage of 220VAC. In no-load conditions there was an increase in THDv of 0.03 from before the filter 1.7% to 1.739%, and a decrease in THDi of 0.12 from 1.311% to 1.119%. In conditions with inductive loads, there was a decrease in THDv by 0.104 from before the filter 1.202% to 1.098%, and THDi by 0.099% from before the filter 1.325% to 1.226%. In conditions with resistive loads, there was a decrease in THDv of 0.12 from before the filter of 1.218% to 1.09%, and THDi of 0.003 from before the filter of 1.144% to 1.114%. In conditions with capacitive load, there was an increase in THDv of 0.185 from before the filter of 1.219% to 1.404% and a decrease in THDi of 0.035 from before the filter of 1.44% to 1.109%.
PEMBINAAN UNTUK MEMAHAMI RISIKO BAHAYA LISTRIK DAN LANGKAH PENCEGAHAN DI SMP NEGERI 2 TAJUR HALANG Irawati, Irawati; Irwansyah, Nurkahfi; Pramudya, Anas Hari; Saputra, Alfin Rizal; Ahmad, Fadhal; Azam, Farros Ibnu; Cahyadi, Ro'uf
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.786

Abstract

The Community Service Program, implemented at SMPN 2 Tajur Halang, aims to increase public awareness and understanding of Occupational Safety and Health (K3) to prevent electrical hazards. This initiative aims to create a safer environment by applying K3 principles in accordance with established standards. This program includes a series of educational and training activities that focus on identifying potential electrical hazards, implementing safe work procedures, using personal protective equipment (PPE), and effectively handling emergencies in the event of an electrical accident. By increasing awareness and knowledge of electrical risks, both individuals and organizations can take proactive steps to protect themselves and others. Continuous education and consistent implementation of safety practices significantly contribute to minimizing electrical incidents and building a strong safety culture in the community.Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMPN 2 Tajur Halang, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam upaya pencegahan bahaya listrik. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman melalui penerapan prinsip-prinsip K3 yang sesuai dengan standar. Program ini mencakup serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada identifikasi potensi bahaya listrik, penerapan prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penanganan darurat secara efektif apabila terjadi kecelakaan listrik. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang risiko kelistrikan, baik individu maupun organisasi dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain. Edukasi berkelanjutan dan penerapan praktik keselamatan secara konsisten sangat berkontribusi dalam meminimalkan kejadian yang berkaitan dengan listrik serta membangun budaya keselamatan yang kuat di lingkungan masyarakat.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PANEL SURYA OFF-GRID BERDAYA 550 WP UNTUK APLIKASI ENERGI MANDIRI Irwansyah, Nurkahfi; Nurtiyanto, Woro Agus; Firmansyah, Maman; Irawati, Irawati
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JEIS EDISI JANUARI 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no1.934

Abstract

Indonesia’s electricity demand continues to increase year by year, necessitating alternative renewable energy solutions to reduce dependence on fossil fuels. This study designs and implements an Off-grid Solar Power Plant (PLTS) system with a capacity of 550 Wp using monocrystalline solar panels. The system consists of solar panels, a solar charge controller, a battery, and an inverter designed for small-scale applications. Tests were conducted to evaluate the system’s efficiency, including the relationship between solar radiation intensity, voltage, and output current. At an average daily solar radiation intensity of 560.9 W/m², the system produced an average voltage of 28.4 V and an average current of 2.4 A. Additional analysis of the effects of shading and variations in panel tilt angles (16.75°, 28.75°, and 35.8°) showed average daily power outputs of 66.06 W, 70.81 W, and 66.52 W, respectively. The system was proven capable of supplying loads of up to 375 W for household appliances with sufficient energy reserves during the day. These results indicate that the designed Off-grid PV system is feasible and effective for use as an energy source in areas not yet connected to the main electricity grid.Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan solusi alternatif berbasis energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-grid berkapasitas 550 Wp menggunakan panel surya tipe monokristalin. Sistem terdiri dari panel surya, solar charge controller, baterai, dan inverter yang dirancang untuk aplikasi skala kecil. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi sistem, termasuk hubungan antara intensitas radiasi matahari, tegangan, dan arus keluaran. Pada rata-rata intensitas radiasi matahari harian sebesar 560,9 W/m², sistem menghasilkan tegangan rata-rata 28,4 V dan arus rata-rata 2,4 A. Analisis tambahan terhadap efek bayangan dan variasi sudut kemiringan panel (16,75°, 28,75°, dan 35,8°) menunjukkan daya rata-rata harian masing-masing sebesar 66,06 W, 70,81 W, dan 66,52 W. Sistem terbukti mampu menyuplai beban hingga 375 W untuk peralatan rumah tangga dengan cadangan energi yang cukup selama siang hari. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem PLTS Off-grid yang dirancang layak dan efektif untuk digunakan sebagai sumber energi di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik utama.
INSTALASI DAN PELATIHAN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN OBAT HERBAL OTOMATIS DI KELURAHAN LENGKONG GUDANG TIMUR Irawati, Irawati; Irwansyah, Nurkahfi; Nurtiyanto, Woro Agus
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.1033

Abstract

This Community Service (PKM) activity from Pamulang University focused on installing and training an automatic watering system for a family medicinal plant garden in Lengkong Gudang Timur Village. The herbal garden has strategic potential as a source of traditional medicinal ingredients for residents. However, its management is often hampered by inconsistent watering due to limited time, energy, and weather variability. To address this issue, the team designed an affordable, easy-to-maintain solution by integrating a timer relay set to operate on a specific schedule, allowing the flow and frequency of watering to be controlled consistently without relying on watering staff. The implementation method included: (1) design and installation of the device, (2) community training on operation, routine maintenance, and simple troubleshooting, and (3) field evaluation of the system’s performance under real-world operational conditions. The evaluation results showed that the system maintained soil moisture within the recommended range for medicinal plant growth, promoted better vegetative growth, and reduced water consumption by approximately 25% compared to manual methods, without any indication of water stress in the plants. The observed non-technical impact was the community’s ability to adjust the watering schedule according to the season and the specific needs of the plants. Overall, the implementation of this system not only improves the maintenance efficiency and sustainability of herbal gardens but also has the potential to be replicated in yards, farmer groups, and other communal facilities with minimal adjustments. Strengthening the program through regular mentoring and the integration of automatic soil moisture or rainfall sensors is expected to optimise water use further and support the well-being of the community in Lengkong Gudang Timur through more modern, resource-efficient, and sustainable agricultural practices.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang ini berfokus pada pemasangan dan pelatihan sistem penyiraman otomatis untuk taman tanaman obat keluarga di Kelurahan Lengkong Gudang Timur. Taman herbal tersebut memiliki potensi strategis sebagai sumber bahan obat tradisional bagi warga sekitar, namun pengelolaannya kerap terkendala tidak konsistennya penyiraman akibat keterbatasan waktu, tenaga, dan variabilitas cuaca. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim merancang solusi berbiaya terjangkau dan mudah dirawat dengan mengintegrasikan relay timer yang diatur beroperasi pada jadwal tertentu sehingga debit dan frekuensi penyiraman dapat dikendalikan secara konsisten tanpa ketergantungan pada petugas penyiraman. Metode pelaksanaan mencakup: (1) perancangan dan instalasi perangkat, (2) pelatihan masyarakat mengenai pengoperasian, perawatan rutin, serta penelusuran gangguan sederhana, dan (3) evaluasi lapangan terhadap kinerja sistem pada kondisi operasional nyata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan kelembapan tanah dalam rentang yang dianjurkan untuk pertumbuhan tanaman obat, mendorong pertumbuhan vegetatif lebih baik, serta menurunkan konsumsi air hingga sekitar 25% dibanding metode manual, tanpa indikasi stres air pada tanaman. Dampak nonteknis yang teramati adalah kemampuan masyarakat menyesuaikan jadwal penyiraman sesuai musim dan kebutuhan spesifik tanaman. Secara keseluruhan, penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan keberlanjutan taman herbal, tetapi juga berpotensi direplikasi pada lahan pekarangan, kelompok tani, maupun fasilitas komunal lain dengan penyesuaian minimal. Penguatan program melalui pendampingan berkala dan peluang integrasi sensor kelembapan tanah atau hujan otomatis diharapkan semakin mengoptimalkan penggunaan air serta menunjang kesejahteraan masyarakat di Lengkong Gudang Timur melalui praktik pertanian yang lebih modern, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.