Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Dakwah Dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan (Studi Majelis Taklim al-Mukminun Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan) Azis, Abd; Alang, M Sattu; Said, Nurhidayat Muhammad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.944 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas Metode Dakwah Majelis Taklim Al Mukminun (Studi Pembinaan Pemahaman Keagamaan Bagi Masyarakat di Kecamatan Bantaeng). Secara khusus penelitian ini bertujuan: a) Untuk mengetahui bentuk aktivitas Majelis Taklim Al Mukminun di Kecamatan Bantaeng. b) Untuk memahami bentuk dakwah yang digunakan Majelis Taklim Al Mukminun dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Bagi Masyarakat di Kec. Bantaeng, c) Untuk mengetahui hambatan dan pendukung Majelis Taklim Al Mukminun dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Bagi Masyarakat di Kec, Bantaeng. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research), bila dilihat dari jenis data adalah penelitian kualitatif deskriptif Data diperoleh dari Pmebina dan anggota majelis taklim Al Mukminun Kecamatan Bantaeng. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelusuran berbagai literatur atau referensi. Penelitian ini menggunakan panduan observasi, pedoman wawancara dan data dokumentasi sebagai Instrumen Penelitian. Hasil penelitan ini menujukkan bahwa 1) Bentuk aktivitas Majelis Taklim Al Mukminun yang rutin dilakukan adalah pengajian, Ceramah/Dakwah, Zikir dan doa bersama dilengkapu terapi keagamaan, 2) Cara dakwah yang diterpakan Majelis Taklim Al Mukminun dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Bagi Masyarakat di Kecamatan Bantaeng menggunakan metode bi al-Hikmah, metode al-Mujadalah dan metode al-Mau’Idza Al-Hasanah diawali dengan metode dakwah sufistik, 3) Adapun hambatan Majelis Taklim Al Mukminun dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Bagi Masyarakat di Kecamatan Bantaeng itu yang pertama itu masalah transportasi anggota, Kedua karena adanya anggapan bahwa Majelis Taklim ini adalah aliran baru sedangkan factor yang mendukung Majelis Taklim Al Mukminun yaitu semua anggota menginformasikan keberhasilannya mengubah diri dan menyebarluaskan sehingga informasi tersebar sampai keluar daerah bantaeng dan didukung pula dengan adanya dasar agama yang kuat dari didikan keluarga. Implikasi penelitian ini rekomendasi terhadap beberapa pihak yang berkompeten demi terselenggaranya Majelis Taklim yang dapat meningkatkan paham keagamaan seluruh masyarakat muslim Indonesia dengan metode pendekatan sufistik dan kegiatan lain yang ada di Majelis Taklim Al Mukminun yang terbukti berhasil juga sebagai inovasi baru bagi kementerian agama sebagai naungan Majelis Taklim Keyword: Dakwah dan Majelis Taklim