Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Gas Buang (Syngas) Pada Proses Pirolisis Plastik Berkapasitas 10 kg LA ODE MOHAMMAD FIRMAN; Pratama, Angga Panji Satria
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 1 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i1.6532

Abstract

Plastik berperan besar dalam kehidupan sehari – hari misalnya, sebagai pengemasan bahan baku. Namun plastik adalah material yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Penyumbang limbah plastik terbesar kedua di dunia adalah Indonesia. Hal ini yang mendorong dilakukannya penelitian agar dapat mengurangi limbah plastik. Pirolisis adalah salah satu cara untuk menanggulangi limbah plastik dengan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak. Universitas Pancasila memiliki alat pirolisis sebagai kontribusi perguruan tinggi dalam mengurangi jumlah limbah plastik. Namun pirolisis di Laboratorium Energi Baru Terbarukan Teknik Mesin Universitas Pancasila yang berkapasitas 10 kg dengan bahan bakar LPG dan RDF menghasilkan gas (syngas) yang dibuang ke udara bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan optimasi dengan memanfaatkan kembali gas yang dibuang sehingga dapat membantu suplai bahan bakar dan dapat mengurangi volume pemakaian LPG. Perancangan desain pemipaan diperlukan untuk mengalirkan syngas kembali ke ruang bakar dan diperlukan pengujian pemanfaatan gas tersebut terhadap 3 jenis plastic, yaitu polypropylene, polystyrene, dan polyethylene. Kemudian dibandingkan jenis plastic mana yang paling optimum dalam prespektif laju perpindahan panasnya. Hasil perhitungan empiris menunjukkan bahwa pipa yang optimum untuk mengalirkan syngas ke ruang bakar menggunakan ASTM A53 Grade A yaitu diameter 20 mm dan penurunan tekanan 1,3 bar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa plastic yang paling baik untuk proses pirolisis dengan kebutuhan energi sebesar 55.990 kJ adalah jenis polystyrene.