Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimasi Proses Produksi Kawat Untuk Kabel Rem Motor dadang rustandi; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1149

Abstract

ABSTRAK Sistem rem dalam suatu kendaraan sepeda motor termasuk sistem yang sangat penting karena berkaitan dengan faktor keselamatan berkendara. Sistem rem berfungsi untuk memperlambat dan atau menghentikan sepeda motor dengan cara mengubah tenaga kinetik/gerak dari kendaraan tersebut menjadi tenaga panas. Perubahan tenaga tersebut diperoleh dari gesekan antara komponen bergerak yang dipasangkan pada roda sepeda motor dengan suatu bahan yang dirancang khusus tahan terhadap gesekan. Gesekan (friction) merupakan faktor utama dalam pengereman. Oleh karena itu komponen yang dibuat untuk sistem rem harus mempunyai sifat bahan yang tidak hanya menghasilkan jumlah gesekan yang besar, tetapi juga harus tahan terhadap gesekan dan tidak menghasilkan panas yang dapat menyebabkan bahan tersebut meleleh atau berubah bentuk. Selain material yang bergesekan diperlukan kawat rem yang baik sehingga tidak mudah putus pada saat dilakukan pengereman untuk itu pemilihan kawat rem juga sangat kritis. Material yang biasa digunakan untuk kawat rem yaitu baja karbon tinggi yang memiliki kuat tarik dan elastisitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai spesifikasi dengan hasil yang diinginkan pelanggan yaitu dengan scrap yang sangat sedikit dan bisa memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu dan sesuai standard yang diminta [1]. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa material SWRH62A merupakan material yang paling tepat untuk dijadikan bahan kawat rem. Temperatur Pathenting yang tinggi bisa menghaluskan butir pada struktur mikro sehingga kecepatan yang diberikan pada proses drawing bisa lebih maksimal. Kecepatan 250 M/menit adalah kecepatan maksimal untuk proses drawing dengan hasil yang sesuai spesifikasi. Kecepatan Mesin 275 M/Menit tidak disarankan digunakan karena dapat mengakibatkan penurunan kualitas (kuat tarik, pemuluran, lapisan zinc).
Analisis Desain Disc Brake Rotor Pada Kendaraan Roda Empat A.L Andriana Syarip; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1155

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan ruas jalan, berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, setiap tahun di Indonesia tercatat hampir 3000 kejadian kecelakaan. Sebanyak 9,78% nya kejadian kecelakaan disebabkan karena faktor kendaraan, 59,03% faktor kendaraan yang dominan menimbulkan kecelakaan adalah karena rem [1]. Dari data Korlantas Mabes Polri menyebutkan bahwa 65,67% faktor penyebab kecelakaan adalah karena faktor kelalaian manusia dan kendaraan [2]. Lima aspek dari kendaraan pemicu kecelakaan lalu lintas sebesar 59,03% disebabkan karena rem yang kurang berfungsi [3].Kasus panas memiliki efek yang besar terhadap pengereman, selain dapat memacetkan gerakan piston pendorong kampas rem, panas juga akan menurunkan koefisien gesek kampas rem secara drastis [4]. Sehingga, untuk mendapatkan pengereman yang efektif pada kondisi panas lebih, memerlukan gaya pengereman yang lebih besar. Keadaan ini berpotensi merusak seal atau selang minyak rem sehingga rem gagal berfungsi (blong). Penelitian ini menghasilkan tipe disc brake rotor yang optimal melepas panas untuk kendaraan pada penelitian ini adalah tipe drilled disc rotor, yaitu model desain 7. Dengan jumlah lubang pada rotornya sebanyak 70 buah dengan diameter 5 mm. Desain disc brake rotor nya dibuat adanya alur melingkar antara piringannya dan dudukan ke porosnya.Dari hasil simulasi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Ansys menunjukkan hasil analisis equivalent elastic strain disc brake untuk simulasi tipe static structural, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa equivalent elastic strain terbesar yaitu sebesar sebesar 1.6711e-5 mm. Selanjutnya untuk hasil analisisequivalent stress disc brake untuk simulasi tipe equivalent (von-Mises) stress, maka dapat ditarik kesimulan bahwa equivalent stress terbesar yaitu sebesar sebesar 3.2985 MPa. Pada hasil analisis total deformation disc brake untuk simulasi tipe static structural, maka dapat ditarik kesimulan bahwa deformasi terbesar berada pada diameter terluar sebesar 0.00068122 mm.
PENGEMBANGAN SISTEM PERINGATAN GANTI OLI PADA SEPEDA MOTOR Dani Mardiyana; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1360

Abstract

Salah satu perawatan utama pada sepeda motor ialah ganti oli, karena oli sangat berperan penting dalam kinerja mesin sepeda motor. Penggantian oli sepeda motor secara rutin pada umumnya adalah dengan mengecek jarak tempuh pemakaian oli pada odometer sepeda motor, dan juga mengecek waktu lama pemakaian oli tersebut. Namun hal ini tidak dapat menjadi patokan pasti untuk dapat mengetahui apakah kualitas oli tersebut masih baik atau harus diganti, karena pada dasarnya kualitas oli ditentukan oleh viskositas oli tersebut. Namun demikian, sistem peringatan ganti oli berdasarkan viskositas pada sepeda motor belum diaplikasikan. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dibuatkan sistem peringatan ganti oli brdasarkan viskositas pada sepeda motor. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan hasil akhir penelitian ini adalah menghasilkan produk sistem peringatan ganti oli pada sepeda motor matic yang menggunakan oli SAE 10W – 30 dengan memanfaatkan mikrokontroller Arduino. Prototype sistem peringatan ganti oli yang dibuat dengan memperhatikan kaidah dan prinsip kerja dari viscometer rotary yang selanjutnya dikembangkan menjadi suatu sistem yang dapat memberikan peringatan dengan bunyi alarm, lampu indikator, dan tampilan LCD jika oli sepeda motor sudah melewati ambang batas nilai viskositas tertentu. Alat ini didukung oleh rangkaian elektronik yang berisi sistem mikrokontroller arduino nano – R3 Atmega 328 yang terpasang pada box kecil di atas rangka alat ini. Hasil pengujian sistem peringatan ganti oli berdasarkan viskositas dapat berkerja dengan baik, validasi dilakukan dengan membandingkan pengukuran hasil viskositas alat ini dengan hasil pengikuran laboratorium. Hasil validitas alat ini mencapai 95,37%.
PENGEMBANGAN DESAIN INTAKE TROMP CYCLONE DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC Rully Faturachman; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran udara pada Desain Intake Tromp Cyclone dengan menggunakan Computational Fluid Dynamic / CFDdan unjuk kerja mesin (daya dan torsi), konsumsi bahan bakar juga kadar emisi gas buang pada sepeda motor 2DP 155cc yang menggunakan Intake Tromp Cyclone. Pengujian dilakukan meliputi Dyno Test, Uji jalan dan uji emisi dengan membandingkan sepeda motor 2DP 155cc yang menggunakan ITC dengan yang tidak menggunakan ITC. Hasil simulasi aliran udara pada ITC melalui CFD menunjukkan adanya aliran turbulen dengan nilai Pressure Drop sebesar 18,6 Pa pada ITC yang digunakan pada pengujian eksperimen. Hasil pengujian langsung juga menunjukkan peningkatan daya sebesar 0,292 HP atau 3,2% dan untuk torsi maksimum meningkat 0,9 Nm atau 7,4 %, lalu peningkatan jarak tempuh dalam konsumsi bahan bakar sebanyak 1 liter dapat menempuh jarak sejauh 46,6 km , bertambah 8,3 km atau 17,8%. Untuk emisi gas buang mengalami penurunan kadar, untuk Karbon Monoksida (CO) turun sebesar 0,03% dan untuk Hidro Karbon (HC) turun sebesar 29,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik aliran udara pada ITC yang ada dipasaran adalah aliran turbulen dengan nilai Pressure drop sebesar 18,6 Pa. juga terjadi peningkatan unjuk kerja mesin, jarak tempuh konsumsi bahan bakar per 1 liter dan penurunan kadar emisi gas buang.
PENGARUH VARIASI DIMENSI VELOCITY AIR INTAKE CYCLONE TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR Ichsan Nasution; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 2 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i2.1435

Abstract

Sebagaimana telah diketahui secara umum, bahwa velocity air intake system, merupakan sebuah bagian penting kendaraan bermotor. Karena hal itulah produk ini mengalami perkembangan pesat dan mempunyai pelanggan yang semakin meningkat. Fungsi velocity air intake system adalah berfungsi sebagai alat dalam optimasi untuk mengirimkan udara yang masuk ke throttle body atau karburator. Namun kenyataanya banyak orang mengabaikan cara meningkatkan performa mesin dengan menvariasikan model atau mengganti velocity air intake itu sendiri. Untuk itu terkait masalah yang sering terjadi maka lebih memfokuskan pada diameter serta bentuk velocity air intake, diambil dari beberapa produk serta bentuk dengan dimeter yang berbeda dan dianalisis untuk mengetahui besarnya daya, torsi dan emisi gas buang yang dihasilkan. Analisa mengunakan program Ansys R15.0 serta pengujian langsung menggunakan alat Dynojet Model 250. Hasil simulasi memperlihatkan besarnya unjuk kerja mesin yang terjadi pada masing-masing tipe velocity air intake. Model 1 menghasilkan Pressure, terbesar yaitu 3.22237 Pa, untuk model 3 sebesar 3.20159 Pa, model 3 sebesar 2.96637 Pa dan terakhir yaitu model 4 menghasilkan tekanan terkecil sebesar 2.78105 Pa. Hasil pengujian sepeda motor empat langkah 155 cc untuk tiap tipe velocity air intake mengunakan Dynojet memperlihatkan tipe1 pada putaran 7749 Rpm menghasilkan torsi maximal 12,21 N.m kemudian pada model 3 sebesar 6717 Rpm menghasilkan torsi 12,82 N.m, model 2 pada putaran 6677 Rpm menghasilkan torsi sebesar 12,51 N.m, kemudian pada model 4 pada putaran 6643 Rpm menghasilkan 11,20 N.m. torsi dan daya tertinggi di hasilkan pada model 1 sedangkan pada posisi terendah pada model 4