Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konseling Sebaya Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja dan Relevansinya dengan Pemikiran Imam Al Ghazali Khotijah, Lia Nur; Sholikhin, Rahmad; Lestari, Nur Inas Widya
Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2023): Counselle
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/couns.v3i2.3896

Abstract

Konseling sebaya dianggap sangat relevan bagi remaja untuk dijadikan teman berbagi perasaan, curahan hati memiliki beberapa kriteria bahkan konseling teman sebaya pun dilakukan dengan asas-asas konseling sehingga dalam usia perkembangan remaja yang dihadapkan oleh problematika dan realita yang sering melemahkan resiliensi remaja, berdasarkan urian di atas, penelitian ini menarik untuk dikaji lebih dalam tentang penelitian yang berjudul “Konseling Sebaya Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja dan Relevansinya dengan Pemikiran Imam Al Ghazali”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi pustaka (library research) yaitu penelitian yang objek utamanya berupa berbagai literatur. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui bagaimana meningkatkan resiliensi remaja melalui konseling sebaya dan relevansi konseling sebaya dengan pemikiran Imam Al Ghazali. Hasil penelitian adalah konselor sebaya dapat membantu konseli meningkatkan resiliensi melalui pengelolaan regulasi emosinya dengan menerapkan sikap tenang dan focus, pengendalian impuls, optimism, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, reching out. Pandangan Al-Ghazali, konseling sebaya adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial antara individu Muslim, di mana teman berbagi pengalaman dan memberikan dukungan emosional dalam menghadapi kesulitan.
KEMANDIRIAN PONDOK PESANTREN SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA DAN RELEVANSI DENGAN EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Khotijah, Lia Nur; Mushawir, Mushawir
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8875

Abstract

Pesantren currently also has the responsibility to develop and empower it in all fields including economic aspects, changing the technique of preaching which used to be quite using the oral method to become a matter of practice in the midst of increasing community problems by deepening the religious and economic fields. This is what drives a number of pesantren to try to combine the religious education system with entrepreneurial training. With a sustainable education system and entrepreneurial development, students will be accustomed to solving problems around them. The purpose of this study is to find out how the role of the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School in Sustainable Development of Education, to find out the independence of the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School in Yogyakarta and its relevance to education for sustainable development. The research conducted uses qualitative descriptive research with a case approach. The results of the research in the independence program of the Hajar Aswad Pandanaran branch of the Islamic boarding school include: Pandanaran Green House Aquaponics to integrate fish and vegetable cultivation at the Pandanaran Islamic Boarding School, Bustan Nursery (Environmental awareness (Natural resource conservation and waste reduction, Plastic Waste Bottle Management), Taman Mini Zoo, Women's Empowerment Program, Hajar Aswad Islamic Boarding School Cooperative. The application of the four principles of EFSD, namely the Principle of Centralized and Intergenerational Justice at the Hajar Aswad Boarding School, the Principle of caution, the Principle of paying attention to environmental impacts, the principle of sustainable benefits are: Having been able to be independent in human resources and having been able to be independent in financing/finance
Digital and Online Counseling dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam: Tantangan Etika dan Transformasi Layanan Khotijah, Lia Nur; Wahyu Restiafandi; Anaresti , Dwi
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12698

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran digital dan online counseling sebagai bentuk inovasi layanan serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti platform berbasis website, aplikasi komunikasi, dan media sosial, mampu meningkatkan aksesibilitas layanan konseling, fleksibilitas waktu, serta mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial konseli. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan, terutama terkait kerahasiaan data, keamanan informasi, serta kualitas hubungan terapeutik. Prinsip kerahasiaan menjadi aspek fundamental yang harus dijaga secara profesional, baik dalam layanan tatap muka maupun daring. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan teknologi dalam konseling dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas layanan bimbingan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara kompetensi literasi digital, etika profesional, dan nilai-nilai Islam guna mewujudkan layanan konseling digital yang efektif, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan konseli.