Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE UNHEALTHY DELIGHTS: ONLINE GAMES – DOES PERSONALITY TRAITS AND NEEDS SATISFACTION PLAYS A ROLE? Liesera, Novita; Tiatri, Sri; Widiastuti, Niken
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v3i2.3368

Abstract

Playing too many online games could harm the player both physically and mentally. Online game engagement is a generic indicator of one’s involvement in online game playing (Brockmyer, Fox, Curtiss, McBroom, Burkhart, & Pidruzny, 2009). The previous study found that three out of five traits from the Five Factor Model correlates with psychological needs fulfillment (Teng, 2009). Online games serve as a mean to fulfill these psychological needs (Przybylski, Rigby, & Ryan, 2010). This study attempts to understand the correlation between personality traits and the online game engagement of adolescents in Jakarta with basic psychological needs satisfaction as a mediator. The participants of this study are adolescent gamers age between 15 to 18 years (n = 333). Quantitative methods and questionnaires are used to gather information from participants. Regression result shows that basic psychological needs satisfaction mediates personality traits and online game engagement. Out of five traits, basic psychological needs satisfaction only mediates for conscientiousness (r2 = 0.050, p < 0.01) and neuroticism (r2 = 0.051, p < 0.01).
PENGARUH STRES KERJA, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOUR PADA CONTENT MODERATOR Liesera, Novita; Bernadetta Dwi Suatmi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Peningkatan akses pada media sosial turut meningkatkan potensi penyalahgunaannya. Kecerdasan artifisial telah digunakan untuk mensortir konten-konten yang diunggah; namun teknologi ini masih jauh dari sempurna. Content moderator dibutuhkan untuk memoderasi konten yang diunggah di platform media sosial. Tuntutan pekerjaan sebagai content moderator berpotensi memiliki tingkat stres yang tinggi, yang bila tidak dikelola dengan baik dapat mengarah ke perilaku kerja kontraproduktif. Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara stres kerja, kecerdasan emosional, dan kepuasan kerja terhadap perilaku kerja kontraproduktif pada content moderator. Studi kuantitatif ini mengumpulkan data melalui kuesioner yang kemudian dianalisa menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil studi ini menemukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan stres kerja terhadap perilaku kerja kontraproduktif, sedangkan kecerdasan emosional dan kepuasan kerja memengaruhi perilaku kerja kontraproduktif secara negatif dan signifikan.