Penelitian ini menyelidiki penggunaan bercerita sebagai alat pedagogi untuk meningkatkan literasi lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar dalam komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pengintegrasian pengalaman pembelajaran berbasis narasi dalam menumbuhkan pemahaman konsep lingkungan hidup secara komprehensif. Melalui sesi bercerita yang mendalam, siswa terlibat dengan tema ekologi untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang selaras dengan keberlanjutan. Penelitian ini menekankan pembelajaran kolaboratif dalam komunitas, menciptakan ruang untuk berbagi pengalaman dan diskusi terkait literasi lingkungan. Komunitas pembelajar ini berfungsi sebagai platform untuk kegiatan partisipatif, yang mendorong pendekatan holistik terhadap pendidikan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi hasil jangka pendek dan jangka panjang, dengan mempertimbangkan dimensi kognitif, afektif, dan perilaku. Dengan mengeksplorasi dampak bercerita terhadap kesadaran lingkungan, penelitian ini memberikan wawasan bagi para pendidik dan pembuat kebijakan yang ingin memasukkan pendekatan inovatif ke dalam kurikulum sekolah dasar. Temuan-temuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dini dan kewarganegaraan lingkungan yang bertanggung jawab, mengatasi kebutuhan penting akan literasi lingkungan di tahun-tahun formatif pendidikan. Kata kunci: Eco-literacy, Siswa Sekolah Dasar, Storytelling, Komunitas Belajar, Pendidikan Lingkungan