Pranoto, Salyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AMERIKA SERIKAT DAN STATUTA ROMA ALASAN AMERIKA SERIKAT TIDAK MERATIFIKASI STATUTA ROMA (ICC) Pranoto, Salyo
El-Hamra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal el-Hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan)
Publisher : Penerbit CV Tentrem Karya Nusa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai alasan Amerika Serikat tidak meratifikasi Statuta Roma. Melalui jurnal ini, penulis berpendapat diantara banyak alasan dan pembenaran atas penarikan dukungan Amerika Serikat dari International Criminal Court, satu alasan yang tetap dilihat secara konstan: Mahkamah Pidana Internasional tidak dalam kepentingan terbaik Amerika Serikat. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah dengan menggunakan kajian literatur yangdidukung dengan data-data observasi melalui sumber-sumber sekunder. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kebijakan politik luar negeri AS menekankan pada perspektif realisme yang menekankan pada kepentingan negara sebagai landasan utama (national interest). Sejauh ini Statuta Roma bukan merupakan kepentingan negara AS yang bisa ditempuh. Kata Kunci: Amerika Serikat, Statuta, Kepentingan, Realis  Kata Kunci: Amerika Serikat, Statuta, Kepentingan, Realis
Geopolitik Maritim Indonesia: Strategi Poros Maritim Dunia dan Tantangannya Abadi, Fany Anggun; Mukhyidin, Azmy Habib; Pranoto, Salyo
Jurnal Hubungan Internasional Peradaban Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hubungan Internasional Peradaban
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi geostrategis yang signifikan dalam konteks geopolitik maritim global. Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional serta memiliki potensi sumber daya kelautan yang melimpah menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam percaturan maritim kawasan Indo-Pasifik. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 mencanangkan visi “Poros Maritim Dunia” sebagai kerangka strategis nasional guna memperkuat kedaulatan maritim, memperbaiki konektivitas antar pulau, mengembangkan industri kelautan, serta meningkatkan peran diplomasi maritim Indonesia. Meskipun gagasan ini mendapat dukungan luas di tingkat kebijakan, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan yang kompleks. Beberapa hambatan utama antara lain tumpang tindih regulasi sektoral, terbatasnya infrastruktur dan teknologi pelabuhan, lemahnya koordinasi antar lembaga, hingga meningkatnya ancaman terhadap kedaulatan maritim di wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam konteks konflik Laut Cina Selatan. Selain itu, dinamika geopolitik global dan rivalitas kekuatan besar turut memengaruhi ruang gerak Indonesia dalam merealisasikan visinya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika geopolitik maritim Indonesia, menelaah strategi implementasi visi Poros Maritim Dunia, serta mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal yang menjadi kendala dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim global yang berdaulat dan berdaya saing tinggi.