Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak memberikan manfaat. Upaya perbaikan mutu intensifikasi pada kedelai dapat dilakukan dengan cara perbaikan penanaman kedelai, termasuk di dalamnya yaitu penggunaan unsur hara tanaman sebagai unsur pendukung kesuburan tanah. Salah satu unsur hara essensial bagi tanaman adalah nitrogen. Kebutuhan nitrogen pada kedelai juga dapat dipenuhi oleh fiksasi nitrogen simbiotik yang melibatkan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium memanfaatkan nitrogen yang tersedia di udara dan hidup bersimbiosis pada akar kacang-kacangan dengan membentuk bintil akar pada tanaman inangnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulasi Rhizobium japonicum dengan berbagai level nitrogen pada tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas wilis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 hingga bulan Mei 2016. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nitrogen 100% mampu meningkatkan jumlah daun, berat kering tanaman dan polong isi. Inokulasi rhizobium dengan pemberian 30 ml L-1 dapat meningkatkan polong isi, jumlah bintil dan terdapat interaksi inokulasi rhizobium dan pemupukan nitrogen pada variabel tinggi tanaman, jumlah bunga, luas daun, polong hampa, berat kering brangkasan, berat kering biji dan berat 100 biji.