Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK FUNGSI KOMPOSISI PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TANJUNG Arifin, Jainul
Media Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.858 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1843

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa disebabkan karena masih diterapkannya metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga mengakibatkan siswa hanya mendegarkan dan menerima apa yang diberikan oleh guru, siswa hanya duduk diam mendegarkan   ceramah guru dengan   penuh perhatian,   jarang   bertanya,   jarang mengemukakan masalah dan masih banyak siswa yang tidak mengkaji dan menganalisa kebenarannya. Siswa cenderung berpikiran bahwa apa yang dikatakan guru pasti benar dan tidak ikut aktif menetapkan apa yang akan diterimanya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka diterapkanlah metode Problem Based Learning (PBL), PBL merupakan salah satu bentuk peralihan dari paradigma pengajaran menuju paradigma pembelajaran, yang memfokuskan pada pembelajaran siswa dan bukan pada pengajaran guru. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Fungsi Komposisi             Siswa  Kelas  XI SMAN  1  Tanjung  Tahun  Pelajaran  2013/2014.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam  2 siklus. Berdasarkan hasil evaluasi Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa sebesar 72,41 % dan aktivitas siswa sebesar 17,6 dengan katagori cukup aktif sedangkan  aktivitas  guru  sebesar 2,71  dengan  kategori  cukup  aktif.  Pada siklus  II persentase ketuntasan klasikal m e n c a p a i  86,66% dan aktivitas siswa mencapai 3,8 dengan kategori sangat aktif sedangkan aktivitas guru mencapai 3,71 dengan kategori aktif. Berdasarkan uraian diatas hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan baik dari aktivitas belajar siswa, aktivitas guru maupun hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan penerapan Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Fungsi Komposisi  Siswa Kelas XI SMAN 1 Tanjung .
THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE THINK PAIR SHARE (TPS) TO INCREASE THE COGNITIVE AND AFFECTIVE LEARNING OUTCOMES OF THE STUDENTS IN ART IN YEAR VIII-A STUDENTS OF MTsN 3 WEST ACEH, ACADEMIC YEAR 2021/2022 Arifin, Jainul
LUMBUNG AKSARA Vol 1 No 2 (2022): LUMBUNG AKSARA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze the improvement of students' affective and cognitive learning outcomes of MTsN 3 West Aceh in Art through the implementation of the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model. This research was a Classroom Action Research (CAR). The sample of this research was Year VIII-A students with the total number of students was 31 students. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and tests. The results showed that the implementation of the Think Pair Share cooperative learning model improved students' affective learning outcomes for discipline, responsibility, mutual respect, curiosity, and confidence in learning. In terms of cognitive learning outcomes, the innovation of the learning model was able to create effective and fun learning, develop critical thinking skills in solving problems and improve students’ test results that made students’ learning outcome optimal. Based on the research observations, the students’ affective learning outcomes have increased after the implementation of the Think Pair Share cooperative learning model with an average pre-action percentage of 63%, and 92% after the action. Based on the pretest and the posttest of the study, the students' cognitive learning outcomes also increased with an average percentage of pre-action by 43.39% and increased into 97% after the implementation of the learning model. The statistical calculations showed that there was a significant difference in the average value of students' affective and cognitive learning outcomes in the pretest (before the action) and the posttest (after the action).
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI METODE TA’ZIR (STUDI ANALISIS SANTRIWATI PONDOK PESANTREN BUSTANUL MANSURIYAH) Chorida Adila, Amma; Arifin, Jainul; Bin Nasarruddin, Razie
The Teacher of Civilization : Islamic Education Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 Maret 2022
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpai.v3i1.1824

Abstract

 Pendidikan karakter itu penting karena krisisnya moral dan adab pada generasi muda saat ini. Moral dan adab yang baik terbentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.   Pada umumnya penilaian kualitas lembaga pendidikan terlihat dari tingkat kedisiplinan yang ketat. Sebagaimana pendidikan kedisiplinan yang ketat banyak dilakukan pada pondok pesantren. Fokus penelitian ini mengenai kedisiplinan santriwati di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Hal ini dikarenakan hampir setiap minggu sistem laporan ta’ziran bidang keamanan kebanyakan dari santriwati. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kasus ta’zir yang dilakukan oleh santriwati di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. pembentukan karakter disiplin itu berpengaruh pada suatu kinerja kegiatan. Penerapan tata tertib dan peraturan tidak akan berjalan dan dipatuhi oleh para santri jika tidak adanya hukuman yang membuat efek jera. Pondok pesantren Bustanul Mansuriyah berusaha menggerakkan bidang keamanan pondok untuk mengawasi, memantau dan mencatat kegiatan para santri secara ketat. Bidang keamanan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah ini telah menerapkan metode ta’zir dengan baik terhadap para santri, khususnya dalam penelitian ini adalah santriwati.Kata kunci: Kedisiplinan, ta’zir, pondok pesantren Bustanul Mansuriyah
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK FUNGSI KOMPOSISI PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TANJUNG Arifin, Jainul
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1843

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa disebabkan karena masih diterapkannya metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga mengakibatkan siswa hanya mendegarkan dan menerima apa yang diberikan oleh guru, siswa hanya duduk diam mendegarkan   ceramah guru dengan   penuh perhatian,   jarang   bertanya,   jarang mengemukakan masalah dan masih banyak siswa yang tidak mengkaji dan menganalisa kebenarannya. Siswa cenderung berpikiran bahwa apa yang dikatakan guru pasti benar dan tidak ikut aktif menetapkan apa yang akan diterimanya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka diterapkanlah metode Problem Based Learning (PBL), PBL merupakan salah satu bentuk peralihan dari paradigma pengajaran menuju paradigma pembelajaran, yang memfokuskan pada pembelajaran siswa dan bukan pada pengajaran guru. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Fungsi Komposisi             Siswa  Kelas  XI SMAN  1  Tanjung  Tahun  Pelajaran  2013/2014.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam  2 siklus. Berdasarkan hasil evaluasi Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa sebesar 72,41 % dan aktivitas siswa sebesar 17,6 dengan katagori cukup aktif sedangkan  aktivitas  guru  sebesar 2,71  dengan  kategori  cukup  aktif.  Pada siklus  II persentase ketuntasan klasikal m e n c a p a i  86,66% dan aktivitas siswa mencapai 3,8 dengan kategori sangat aktif sedangkan aktivitas guru mencapai 3,71 dengan kategori aktif. Berdasarkan uraian diatas hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan baik dari aktivitas belajar siswa, aktivitas guru maupun hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan penerapan Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Fungsi Komposisi  Siswa Kelas XI SMAN 1 Tanjung .
IDEAL ENVIRONMENTAL RECOVERY MODEL FOR B3 ALUMINIUM SLAG WASTE IN JOMBANG Arifin, Jainul
Airlangga Development Journal Vol. 9 No. 2 (2025): AIRLANGGA DEVELOPMENT JOURNAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/adj.v9i2.82580

Abstract

The problem of B3 (hazardous and toxic) aluminium slag waste in Jombang Regency has persisted for over four decades, accumulating more than 100 million tons of hazardous residues on open land, agricultural fields, and riverbanks. This study employs a normative juridical method to examine national and regional legal frameworks, law enforcement practices, and judicial experiences in pollution cases, then formulates an ideal environmental recovery model for Jombang. The findings indicate that although Regional Regulation No. 8/2017 and Law No. 32/2009 provide a basis for remediation and recovery, implementation in the field remains hindered by limited institutional capacity, outdated industrial data, and low awareness among residents and business actors. The proposed recovery model includes: (1) formation of a “Aluminium Slag Recovery Task Force” comprising local government, Ministry of Environment and Forestry, Bappeda, Public Works Agency, small and medium aluminium industries (IKM), local cooperatives, and law enforcement; (2) execution of technical stages in accordance with Article 54 of Law No. 32/2009 (source cessation, remediation, rehabilitation, and restoration) using solidification/stabilization and phytoremediation techniques; (3) financing mechanisms based on the “polluter pays” and “strict liability” principles through environmental guarantee funds and incentives for compliant IKM; and (4) progressive law enforcement and capacity building of Jombang’s Environmental Office in monitoring, education, and public participation via a GIS dashboard and village‐level forums. Implementing this model is expected to accelerate ecosystem function recovery, generate economic value from properly treated slag, and ensure accountability and transparency in B3 waste management across Jombang.