Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penulisan Kritik Film & Perkembangan Baru Film Indonesia Riza, Riri
IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia?
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film adalah kombinasi unik antara seni komunikasi dan bisnis. Banyak film yang kemudian menjadi lebih sebagai komoditi komersial, namun terdapat pula film yang dibicarakan sebagai puncak pencapaian seni dunia. Atau disebut karya film klasik. Kita ketahui bersama bahwa film kemudian selalu berbiaya besar, tidak ada satu pun film yang bisa dikatakan berbiaya "murah". Dalam dekade terakhir, nampak bahwa aspek bisnis lebih besar porsinya dalam pembicaraan tentang film. Biaya produksi, distribusi dan promosi yang besar kemudian menjadi isu utama pembicaraan film. Bila dalam membuat film tidak ada yang berbiaya "murah", saat mencapai penontonnya, semua film tiba-tiba menjadi hiburan paling "murah", mengapa? Dimanapun kita pergi karcis bioskop dijual dengan harga yang kurang lebih sarna. Di Jakarta hari ini, karcis dijual seputar harga 25 ribu rupiah. Film box office Hollywood berbiaya 1 triliun, kita beli seharga 25 ribu rupiah, film Indonesia berbiaya 1 milyar rupiah juga dijual seharga 25 ribu rupiah, film klasik artistik karya Akira Kurosawa, Satyajit Ray atau Stanley Kubrick juga memasang tarif 25 ribu rupiah. Saya bisa katakan hanya film yang memiliki kompleksitas proses seperti ini, inilah yang membuatnya menjadi satu bahan pembicaraan yang menarik, orang tidak bisa tidak membicarakan film - mulai dari tingkat yang obrolan warung, tulisan di koran dan majalah, hingga para pujangga pun menulis kegelisahan batinnya setelah menonton sebuah film.
Pendidikan Seni di Masa Depan Riza, Riri
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.092 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.71

Abstract

Perkembangan teknologi di abad ke-21 ini telah demikian pesat, dan mempengaruhi berbagai aspek industri, termasuk industri kreatif. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah pengaruh perkembangan tekonologi digital terhadap industri perfilman. Perkembangan teknologi ini memberikan ini membuka ruang dan situasi baru terhadap seni film, tak hanya bentuknya, namun juga terhadap cara sebuah film dieksebisi dan didistribusikan. Institusi pendidikan seni harus menyadari perkembangan ini, dan sejak dini mampu mengantisipasi perkembangan tekonologi.