Setyabudi, Muhammad Nur Prabowo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Contemporary Pesantren (A Case Study of Pesantren Baitul Hikmah Yogyakarta) Setyabudi, Muhammad Nur Prabowo
Islamic Insights Journal Vol 1, No 1 (2019): Islamic Insights Journal
Publisher : Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat, LPPM, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.917 KB) | DOI: 10.21776/ub.iij.2019.001.01.1

Abstract

This article describes three points about Pesantren modernization development. First: pesantren as Islamic educational institution that has an old tradition in Indonesia has more diversification and differentiation today.  One of the forms of that diversification is pesantren becoming academic sub-culture that supports scientific works. Second: this category is very affecting the Kyai role as the leader of pesantren and having academic capacity and reputation at the same time at University in some certain discipline of science. The author takes Pesantren Baitul Hikmah in Yogyakarta as the sample. In this part, the author gives the description of Pesantren Baitul Hikmah's educational process, advantages, and its curriculum. Pesantren Baitul Hikmah has the advance in the field of interpretation of the Qur'an and Hermeneutic as its device. Third, the author attempts to use the significance of hermeneutic analysis as developed at the pesantren for developing interpretative religious research.Keywords: Pesantren; Academic Sub-culture; Hermeneutics; Kyai
Minoritas Kepercayaan Suku Anak Dalam : Perspektif Toleransi dan Keadilan Setyabudi, Muhammad Nur Prabowo
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7420

Abstract

Kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi tak dapat dipisahkan dari hutan. Namun rusaknya infrastruktur ekologi mengancam eksistensi superstruktur yang lain; tidak hanya mengancam kepunahan masyarakat adatnya, tetapi juga kepercayaannya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode studi lapangan, observasi, wawancara, dan diskusi terpumpun tentang kehidupan SAD di Jambi. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan tinjauan kritis terhadap eksistensi kepercayaan SAD, terutama dilihat dari perspektif toleransi dan keadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa selama ini sistem-kepercayaan SAD begitu terikat dengan ekologi. Rusaknya hutan berarti rusaknya pandangan hidup, sistem, dan tradisi kepercayaan SAD yang telah dipertahankan berabad-abad. SAD dan sistem kepercayaannya akhirnya menjadi minoritas yang paling rentan di Indonesia yang selalu mengalami posisi dilematis di hadapan agama dan budaya mayoritas non-SAD yang lebih superior. Rekognisi terhadap agama lokal di Indonesia yang mulai ditunjukkan negara semestinya menjadi titik pijak untuk mengurai dilema minoritas kepercayaan SAD untuk mendapatkan penerimaan dan kehidupan yang lebih inklusif dan adil. Stigma non-religius kepada mereka juga tidak berdasar, sebab kepercayaan leluhur menjadi agama lokal mereka. Sebagai rekomendasi, diperlukan upaya perubahan menuju pada sikap masyarakat dan kebijakan yang lebih inklusif untuk menjamin toleransi dan keadilan serta menghargai kebebasan beragama kelompok minoritas SAD dengan segala perbedaan karakteristik agama dan budayanya.