Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sejarah Lembaga Pendidikan pada Masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin Larasati, Retno Anisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.277

Abstract

Pada masa awal perkembangan Islam, mulai dari kehidupan Rasulullah SAW hingga periode kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, lembaga pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk dan menyebarkan ajaran Islam. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dilaksanakan dalam dua periode, yaitu periode Mekah dan Madinah. Pendidikan periode Mekah dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahapan sembunyi-sembunyi, tahapan secara terang-terangan dan tahapan seruan umum. Sedangkan pendidikan periode Madinah merupakan kelanjutan pendidikan di Mekah, yaitu pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik, pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan serta pendidikan anak. Setelah meninggalnya Rasulullah SAW, pendidikan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin. Pendidikan Islam pada masa ini dibagi menjadi empat periode, yaitu periode Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, periode Khalifah Umar bin Khatab, periode Khalifah Usman bin Affan dan periode Ali bin Abu Thalib. Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dilaksanakan dalam dua periode, yaitu periode Mekah dan Madinah. Setelah meninggalnya Rasulullah SAW, pendidikan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin.
Pelatihan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Ta’am Imtaq Cangkuang Kabupaten Bandung Larasati, Retno Anisa
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.279

Abstract

Program pelatihan kompetensi untuk tenaga pendidik anak usia dini ini dirancang untuk melengkapi kompetensi guru-guru di taman bermain dan taman kanak-kanak, agar memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dalam menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan aspek-aspek perkembangan anak. Metode pelaksanaan yang diberikan kepada guru PAUD antara lain yaitu ceramah dan pelatihan berupa demonstrasi, diskusi kelompok, serta role-play. Hasil pelatihan yang didapat yaitu peserta dapat memahami aspek-aspek perkembangan anak dan mengetahui karakteristik anak didik di aspek perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, bahasa, dan moril anak,  memiliki kemampuan dalam observasi dan dapat melakukan asesment guna menyusun program pembelajaran, intervensi, dan program pengasuhan anak di usia dini (early childhood).
Life Skills Sebagai Bekal Masa Depan Larasati, Retno Anisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.724

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa dalam era globalisasi yang semakin kompleks, individu dihadapkan dengan berbagai tantangan yang tidak hanya berasal dari aspek akademis atau profesional, tetapi juga dari aspek pribadi dan sosial. Oleh karena itu, keterampilan hidup (life skills) sebagai bekal masa depan menjadi sangat penting untuk menghadapi dan mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan formal seringkali hanya fokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan teknis, sedangkan pengembangan life skills seringkali diabaikan. Hal ini menyebabkan banyak orang yang merasa tidak siap menghadapi tantangan-tantangan yang tidak terduga dalam kehidupan. Namun, perlu diingat bahwa life skills dapat terus dipelajari dan dipraktikkan melalui berbagai cara, seperti membaca buku, mengikuti kursus, dan berlatih secara langsung. Dengan demikian, setiap individu dapat meningkatkan keterampilan hidup mereka dan siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendala. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa life skills dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu berkontribusi secara positif. Life skills ini terbagi menjadi 8 yaitu self learning skills, grit and resiliency skills, creative problem solving skills, personal productivity skills, mind management skills, professional manner, digital literacy skills dan money management skills.
Healthy School Environment Technology Through Biopore Construction in Bandung Regency Larasati, Retno Anisa; Kahfi, Inal
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment (Februari)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v7i1.1134

Abstract

This community service program aims to increase environmental awareness in the Bandung Regency community through the creation of biopore holes. Through outreach and education, the community, namely teachers and students, are educated about the importance of biopore holes in maintaining soil quality and preventing flooding. This activity is also related to the stunting prevention program and addresses other social issues such as bullying in local schools. The participatory method used directly involves the community, namely teachers and students, increasing their involvement and awareness of environmental issues. The results of the biopore hole creation are students showing great enthusiasm for caring for their surrounding environment both in the school environment and in their neighborhoods and demonstrating increased community knowledge about environmental management and the positive impact of biopore holes on soil health. This activity is expected to contribute as an exemplary model that may inform and guide the development of similar initiatives in comparable institutional or community contexts regencies to increase environmental awareness and sustainable natural resource management.