Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Sumber Air Baku Kawasan Karst Di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi Edisman, Edisman; Widayati, Weka
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.663 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v2i2.6358

Abstract

Pemetaan Sumber Air Baku khususnya Wilayah Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi sangat penting mengingat manfaat yang diperoleh dari keberadaan Sumber Air Baku Kawasan Karst tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Memetakan sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu, (2) Mengetahui karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst yang terdapat di Desa Wawotimu, (3) Bagaimana pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode pengambilan data meliputi observasi lapangan untuk mengetahui keberadaan sumber air baku serta mendeskripsikan karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur, yang bertujuan untuk menggambarkan pemetaan sumber air baku berdasarkan potensi fisik-nonfisik, selain itu digunakan metode wawancara mengenai pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemetaan sumber air baku kawasan karst di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi memiliki lima sumber air baku dan yang paling luas yaitu sumber air baku hendaopa sekitar 13.938m2, dari kelima sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur bisa dikonsumsi oleh warga setempat dan masyarakat Desa Wawotimu menggunakan sumber air baku dhondo karena sumber airnya yang jernih dan bersih dan aksebilitasnya yang mudah dijangkau oleh warga Desa Wawotimu.Kata Kunci : Air Baku, Kawasan KarstDOI : 10.5281/zenodo.3354732