Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Faktor Risiko Host terhadap Kejadian Schistosomiasis Japonicum Muslimin, Dian
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.706 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.28

Abstract

Schistosomiasis japonicum dianggap suatu penyakit kemiskinan yang mengarah ke gangguan kesehatan kronis. Infeksi terjadi ketika manusia kontak dengan  air tawar yang mengandung serkaria dari cacing parasit darah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai faktor Host yang merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum. Metode Penelitian ini menggunakan mix method dengan kuantitatif sebagai pendekatan  utama  (case control) dan kualitatif sebagai pendukung (indepth interview). Populasi target adalah seluruh penduduk yang melakukan pemeriksaan tinja di laboratorium Schistosomiasis japonicum dan berdomisili di Taman Nasional Lore-Lindu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2014-2016 dengan jumlah  sampel 158 orang terdiri dari 79 kasus dan 79 kontrol  dengan teknik consecutive sampling. Analisis data bertahap dari univariat dan bivariat menggunakan uji  chi-square  dilanjutkan analisis multivariat menggunakan uji  regresi logistik. Hasil Faktor Host yang terbukti sebagai  risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum yaitu pekerjaan sebagai petani OR = 2,8; 95% CI = 1,22-6,48), kebiasaan mandi/mencuci di air sungai/danau OR=2,7; 95% CI=1,21-6,39), kebiasaan buang air besar selain di jamban OR = 3,0; 95% CI=1,36-6,86), tidak menggunakan sepatu boot OR=4,6; 95% CI=1,99-10,58), melewati daerah fokus keong OR=3,1; 95% CI=1,34-7,41), memiliki tata guna lahan pertanian tidak dikelolah  OR=5,2; 95% CI = 2,25-12,00). Sedangkan faktor tidak terbukti sebagai faktor risiko yaitu tingkat pendidikan rendah <SMP, tidak pemanfaatan sumber air bersih, menjadi anggota mapalus, tidak memanfaatkan program kesehatan, dan memelihara hewan ternak. Probabilitas untuk menyebabkan kejadian Schistosomiasis japonicum terdapat enam faktor risiko  sebesar 98,52%.
Faktor Risiko Host terhadap Kejadian Schistosomiasis Japonicum Dian Muslimin
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.28

Abstract

Schistosomiasis japonicum dianggap suatu penyakit kemiskinan yang mengarah ke gangguan kesehatan kronis. Infeksi terjadi ketika manusia kontak dengan air tawar yang mengandung serkaria dari cacing parasit darah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai faktor Host yang merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum. Metode Penelitian ini menggunakan mix method dengan kuantitatif sebagai pendekatan utama (case control) dan kualitatif sebagai pendukung (indepth interview). Populasi target adalah seluruh penduduk yang melakukan pemeriksaan tinja di laboratorium Schistosomiasis japonicum dan berdomisili di Taman Nasional Lore-Lindu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2014-2016 dengan jumlah sampel 158 orang terdiri dari 79 kasus dan 79 kontrol dengan teknik consecutive sampling. Analisis data bertahap dari univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Faktor Host yang terbukti sebagai risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum yaitu pekerjaan sebagai petani OR = 2,8; 95% CI = 1,22-6,48), kebiasaan mandi/mencuci di air sungai/danau OR=2,7; 95% CI=1,21-6,39), kebiasaan buang air besar selain di jamban OR = 3,0; 95% CI=1,36-6,86), tidak menggunakan sepatu boot OR=4,6; 95% CI=1,99-10,58), melewati daerah fokus keong OR=3,1; 95% CI=1,34-7,41), memiliki tata guna lahan pertanian tidak dikelolah OR=5,2; 95% CI = 2,25-12,00). Sedangkan faktor tidak terbukti sebagai faktor risiko yaitu tingkat pendidikan rendah <SMP, tidak pemanfaatan sumber air bersih, menjadi anggota mapalus, tidak memanfaatkan program kesehatan, dan memelihara hewan ternak. Probabilitas untuk menyebabkan kejadian Schistosomiasis japonicum terdapat enam faktor risiko sebesar 98,52%.
Hubungan Masa Kerja dan Motivasi Bidan terhadap Kelengkapan Pengisian Partograf di Wilayah Kerja Puskesmas Poso Pesisir Tahun 2021 Tasnim Mahmud, Tasnim; Muslimin, Dian
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.413 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i4.552

Abstract

Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan, Kematian ibu sebagaian besar (50%) disebabkan oleh kematian terjadi pada saat persalinan, partograf merupakan panduan observasi persalinan yang akan  memudahkan penolong persalinan dalam mengindentifikasi secara dini kasus kegawatdaruratan dan penyulit pada ibu dan janin. tujuan Mengetahui hubungan masa kerja dan motivasi bidan terhadap kelengkapan pengisian  partograf,  Metode desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan Pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner hasil berdasarkan hasil uji statistik dengan uji chi square  diperoleh  hasil ada hubungan (masa kerja) bidan terhadap kelengkapan pengisian partograf di wilayah kerja Puskesmas Poso Pesisir dengan nilai p. 0,00, ada hubungan (motivasi) bidan terhadakapan kelengkapan pengisian partograf di wilayah kerja Puskesmas Poso Pesisir dengan nilai p. 0,02  Kesimpulan Terdapat hubungan  masa kerja dan motivasi bidan terhadap kelengkapan pengisian partograf di wilayah kerja Puskesmas Poso Pesisir  tahun 2021.
Pola Asuh Orangtua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tagolu Kabupaten Poso Tasnim, Tasnim; Muslimin, Dian
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.127 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i6.639

Abstract

Penilaian status gizi anak, stunting adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya, nilai z-score kurang dari -2SD dan dikategorikan sangat pendek jika nilai z-score kurang dari -3SD. Pola asuh orang tua merupakan salah satu masalah yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Pola asuh orang tua yang kurang atau rendah memiliki peluang lebih besar anak terkena stunting dibandingkan orang tua dengan pola asuh baik. Tujuan penelitian mengetahui pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tagolu Kabupaten Poso. Jenis penelitian observasional analitik, dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional study. Teknik pengumpulan Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai subjek penelitian yaitu orang tua balita. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tagolu. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square di peroleh nilai p=0,01, karena nilai p<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak yaitu terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tagolu. Kesimpulan terbukti pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tagolu. Saran Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pelayanan posyandu kepada bayi dan balita, terutama dalam pengukuran berat badan dan tinggi badan bayi dan balita, agar tidak terjadi kekurangan gizi.
Tingkat Kesadaran Mitigasi Bencana Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Poso Dian Muslimin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1788

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terletak diantara pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu, lempeng Australia, Eurasia dan pasifik. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia menjadi salah satu Negara yang memiliki kerentanan terhadap bencana. Tanah longsor merupakan salah satu dari macam macam bencana alam yang merupakan kejadian alam yang terjadi di wilayah pegunungan, terutama di musim hujan. Melalui kesadaran mitigasi bencana maka akan terbentuk perilaku kesiapsiaagaan masyarakat dalam mengatasi bencana, Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kesadaran mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat terghadap bencana tanah longsor di Poso. Metode : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross- sectional Study. Pada penelitian ini teknik sampel yang digunakan yaitu Purposif Sampling dengan jumlah sampel 89 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Sperman Rank diperoleh nilai p = 0,00 (p < 0.05) menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat kesadaran mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Kabupaten Poso. Kesimpulan: ada Hubungan Tingkat Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Poso. Saran: Diharapkan kepada masyarakat di Kabupaten Poso lebih meningkatkan kesadaran dalam hal mitigasi bencana guna untuk menghindari ancaman kejadian tanah longsor.
Pola Asuh Orangtua Dengan Kemandirian Anak Kelas 1 Sekolah Dasar di Poso Kota Selatan Dian Muslimin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i6.1789

Abstract

Kemandirian merupakan kemampuan suatu individu untuk melakukan aktivitasnya dan mengatur dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Tumbuh kembang dan kepribadian terutama kemandirian anak di pengaruhi bagaimana pengasuhan orangtua terhadap anaknya. Bagaimana pola asuh yang tepat dapat meningkatkan kemandirian anak begitupun sebaliknya. Tujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian anak kelas 1 Sekolah Dasar di Poso Kota Selatan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik random sampling yang melibatkan 51 responden dengan pengukuran kuesioner menggunakan kuesioner pola asuh orangtua dan kemandirian anak yang telah di pakai oleh penelitian sebelumnya. Tingkat signifikan dalam penelitian ini dengan nilai sig (2-tailed <0,05). Hasil Penelitian :Berdasarkan hasil uji statistik korelasi product moment menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian anak kelas 1 Sekolah Dasar dengan nilai p = 0,053 Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian anak kelas 1 Sekolah Dasar di Poso Kota Selatan. Saran : Penting bagi orangtua untuk memperhatikan bagaimana menerapkan pola asuh yang baik agar terbentuk kemandirian anak secara maksimal.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Triase Dengan Ketepatan Triase Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Kabupaten Poso Djala, Fany; Dian Muslimin; Tri Dennis Pasae
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi GAwat Darurat (IGD) adalah salah satu unit rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan darurat. pelayanan yang dilakukan oleh para perawat di Unit Gawat Darurat adalah triase. Pelaksanaan triase yang tepat di Rumah sakit dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat dan perawat sangat penting mengetahui tentang labeling triase. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Triase Dengan Ketepatan Triase Di Instalasi Gawat Darurat  (IGD)  Rumah Sakit Kabupaten Poso. Metode: metode Observasional Analitik digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Gawat darurat Rumah Sakit di Kabupaten Poso dengan jumlah sampel sebesar 43 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi ketepatan labeling Triase dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kalmogorov-Smirnov. Hasil : Menunjukkan tidak ada hubungan Pengetahuan perawat  dengan ketepatan Triase di Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Kabupaten Poso dengan nilai p = 1,000 (p>0,05). Kesimpulan : pengetahuan perawat tidak selalu menunjukkan hubungan dengan ketepatan Triase di Instalasi Gawat Darurat.   Kata Kunci: Pengetahuan; Ketepatan Triase;  
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Daerah Poso Dian Muslimin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Hipertensi adalah penyakit kardiovaskuler yang masih cukup tinggi, bahkan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan ini disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, proses pengobatan yang berlangsung lama dan memerlukan biaya tinggi. Hipertensi yang tidak ditangani akan menyebabkan beban kerja jantung meningkat, yang akhirnya akan mengakibatkan kerusakan serius pada organ seperti jantung, mata dan bahkan pecahnya pembuluh darah kapiler di otak, atau yang lebih dikenal dengan stroke hemoragic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Metode Penelitian penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Poso yang disesuikan dengan jumlah pasien pada sebanyak 170 pasien. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 64 responden. Hasil penelitian: menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa dukungan keluarga terhadap hipertensi ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Poso dengan hasil uji chi-square p.value. 0,02. Kesimpulan: Penelitian ini adalah Dukungan keluarga terhadap kejadian hipertensi mendapat dukungan keluarga yang tinggi, Kejadian hipertensi lebih bayak yang tidak hipertensi dan Ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Poso
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Risiko Terjadinya Pernikahan Dini Pada Remaja Di Kabupaten Poso Dian Muslimin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini merupakan sebuah fenomena sosial yang sering terjadi. Fenomena pernikahan anak dibawah umur atau lebih sering disebut sebagai pernikahan dini dapat diibaratkan seperti fenomena gunung es, bila sedikit dipermukaan atau terekspos dan sangat marak didasar atau ditengah masyarakat luas. Pernikahan usia dini salah satu faktor penyebabnya adalah pola asuh orang tua. Di kehidupan, anak hidup di lingkungan keluarga, budaya dan masyarakat akan bisa mempengaruhi kemajuan dan fase kemandirian anak. Pola asuh orang tua memiliki kontribusi yang sangat berharga di dalam hidup anak. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap risiko terjadinya pernikahan dini pada remaja di Kelurahan Petirodongi. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cros sectional, teknik sampling menggunakan Non Probability Sampling jenis purposive dengan jumlah sampel sebesar 77, hasil penelitian di analisis menggunakan uji Sperman-Rank. Hasil Penelitian : menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap risiko terjadinya pernikahan dini (p-value= 0,921 (p> 0,05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap risiko terjadinya pernikahan dini pada remaja .
Self Management Dengan Personal Hygiene Pada Remaja Di MAN 1 Poso Dian Muslimin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1645

Abstract

Personal hygiene adalah usaha dalam memelihara kebersihan diri yang bertujuan untuk melindungi masalah penyakit atau komplikasi yang ada pada diri sendiri ataupun orang lain, baik itu secara fisik maupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan personal hygiene pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Random Sampling, yang melibatkan 70 responden dengan alat pengukuran kuesioner menggunakan kuesioner self management dan personal hygiene yang telah di pakai oleh peneliti sebelumnya. Tingkat signifikan dalam penelitian ini adalah nilai sig (-2tailed < 0,05). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara self management dengan personal hygiene pada remaja. Hasil analisis statistic menunjukan uji spearmen rank pada self management dengan personal hygiene pada remaja didapatkan hasil nilai sig ( 2-tailed 0,126 = > 0,05 ). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara self management dengan personal hygiene pada remaja di MAN 1 Poso. Saran : Diharapkan dapat menjadi motivasi bagi remaja dalam memperoleh self management dan remaja dapat selektif dalam menjaga personal hygiene atau menjaga kebersihan diri pribadi agar terhindar dari penyakit