Aryana, I Made Putra
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konsep Desa Wisata: Pengembangan Potensi Desa, Pelestarian Agama, Budaya dan SDM Aryana, I Made Putra
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2019): Agama dalam Pasar Pariwisata
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.147 KB)

Abstract

Strategi pemerintah untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di perkotaan dan pedesaan adalah dengan menaruh perhatian besar terhadap pembangunan daerah perdesaan. Desa diberikan otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Upaya yang dilakukan desa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya adalah membentuk desa wisata. Melalui literasi dan studi kepustakaan, diuraikan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk pengembagan desa wisata. Usaha Daya Tarik Wisata adalah upaya atau kegiatan yang mempergunakan sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dari alam maupun budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang menjadi sasaran tertentu guna untuk kunjungan wisatawan. Setiap desa memiliki potensi untuk dijadikan komoditas wisata unggulan. Pemerintah Daerah Bali telah menetapkan bahwa pariwisata yang dikembangkan di daerah Bali adalah Periwisata Budaya. Pariwisata budaya adalah jenis kepariwisataan yang berkembang dan perkembangannya menggunakan kebudayaan daerah Bali yang dijiwai oleh agama Hindu. Sebesar apa pun dan sebagus apa pun potensi yang akan menjadi komoditas unggulan jika pelaku usaha pariwisata (desa) tidak siap dengan ilmu manajemen pariwisata, maka bisa dipastikan kegiatan pariwisata itu tak akan berlangsung lama. Kata kunci: desa wisata, potensi desa, agama adat dan budaya, SDM
MAKNA ETIKA SEBAGAI LANDASAN MENTAL SPIRITUAL PENDIDIK YANG PROFESIONAL DI ZAMAN MILENIAL Aryana, I Made Putra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1395

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang pendidik dalam menerapkan etika sebagai landasan mental spiritual di zaman milenial. Membahas pentingnya etika sebagai landasan mental dan spiritual pendidik Hindu untuk mengendalikan emosi dan tingkah laku dalam menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran di zaman milenial. Dibahas menggunakan metode observasi, studi kepustakaan dan wawancara. Sikap seorang pendidik yang profesional, yakni menjauhi larangan-larangan Agama Hindu yang dapat menghambat perkembangan profesi dan perkembangan peserta didik. Berdasarkan analisis, seorang pendidikan yang profesioanal di zaman milenial ini wajib memegang teguh etika sebagai landasan mental spiritualnya. Landasan tersebut terdapat ajaran-ajaran Hindu antara lain, Panca Sraddha, Catur Purusa Artha, Trikaya Parisudha, Dharma Laksana.
RESTORASI TAMAN BEJI SAPTA RESI SEBAGAI WISATA RELIGI DI DESA ADAT SAMUAN: PERSEPSI MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA Aryana, I Made Putra
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v6i1.1881

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat dan implikasi yang ditimbulkan dari adanya restorasi Taman Beji Sapta Resi. Artikel ini adalah hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Restorasi taman beji dilakukan karena adanya pengetahuan tentang adanya beji dan dikembalikan fungsinya sebagai beji yang memiliki panorama alam yang bernilai ekononis. Potensi dibukanya Taman Beji Sapta Resi sebagai atraksi wisata antara lain: keadaan alam yang alami di sekitar Taman Beji Sapta Resi, pengembangan fasilitas pariwisata, dan pengelolaan objek wisata. Persepsi masyarakat terhadap dibukanya Taman Beji sapta Resi sebagai tempat wisata religi adalah efisiensi dalam pekaksanaan prosesi masucian pratima, adanya tempat untuk melakukan meningkatkan kesucian diri, terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan  menambah pemasukan dana desa. Sehingga dampak yang ditimbulkan berupa dampak ekonomi, sodial dan budaya serta lingkugan.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA Aryana, I Made Putra
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v4i1.931

Abstract

In essence teaching and learning activities are a process of interaction or reciprocal relations between the teacher and students in the learning unit. For this reason, an effort is needed in order to improve the quality of education and teaching, one of which is to choose a strategy or method for delivering learning material so that students can improve their learning achievement. Literature study was conducted to find information about learning, especially the cooperative learning model type Group Investigation (GI). So that by applying the GI cooperative model can improve learning outcomes and student learning motivation. Learning outcomes are what is achieved by students by involving all the potential they have after the students carry out learning activities. Achievement of these learning outcomes can be known by holding an assessment of learning outcomes tests. Motivation to learn means a tendency and high enthusiasm or a great desire for learning. Cooperative learning is a model of teaching where students learn in small groups and have different abilities. Group type Investigation (GI) learning is the most complex learning model. The core steps of the Investigastion Group's learning model are as follows. (1). The teacher forms groups and calls each group leader to receive assignments / material. (2). Each group leader returns to his group and then discusses in depth the tasks that are obtained with the group members. (3). After being considered enough time for group discussion, each group represented by the spokesperson delivered the results of the group discussion that was listened to by all students. (4). The results of the discussion were read by each group alternately by each group until all groups had their turn to deliver the results of the discussion. The application of cooperative learning model group investigation type can be used as one of the learning models in an effort to improve learning outcomes and student motivation in the learning process. Each stage in investigation group learning is a good assessment material related to teacher observation of student activities and the works produced by students while undergoing the learning process.
MAKNA ETIKA SEBAGAI LANDASAN MENTAL SPIRITUAL PENDIDIK YANG PROFESIONAL DI ZAMAN MILENIAL Aryana, I Made Putra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1395

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang pendidik dalam menerapkan etika sebagai landasan mental spiritual di zaman milenial. Membahas pentingnya etika sebagai landasan mental dan spiritual pendidik Hindu untuk mengendalikan emosi dan tingkah laku dalam menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran di zaman milenial. Dibahas menggunakan metode observasi, studi kepustakaan dan wawancara. Sikap seorang pendidik yang profesional, yakni menjauhi larangan-larangan Agama Hindu yang dapat menghambat perkembangan profesi dan perkembangan peserta didik. Berdasarkan analisis, seorang pendidikan yang profesioanal di zaman milenial ini wajib memegang teguh etika sebagai landasan mental spiritualnya. Landasan tersebut terdapat ajaran-ajaran Hindu antara lain, Panca Sraddha, Catur Purusa Artha, Trikaya Parisudha, Dharma Laksana.