Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL TERHADAP KADAR ENZIM SGOT DAN SGPT DI DESA ORAWA KABUPATEN KOLAKA TIMUR PURNAMA, TITI
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 2 No 02 (2018)
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Minuman keras banyak beredar dan banyak dikonsumsi di Desa Orawa karena banyak penjual minuman keras yang tidak legal/illegal, para penjual tersebut tidak memiliki izin resmi untuk menjual minuman keras. Karena itulah para konsumen minuman keras di Desa Orawa bisa leluasa mendapatkan. Dari hasil survei di Desa Orawa ternyata masih banyak yang sering mengkonsumsi alkohol. Dan berdasarkan informasi di masyarakat ada yang meninggal akibat mengkonsumsi alkohol dan didiagnosa dokter mengidap penyakit liver (penyakit hepar). Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) merupakan enzim yang terdapat di miokardium, otot rangka, otot, sel-sel darah merah dan ginjal. Serum  Glutamic Pyrufate Transaminase (SGPT) merupakan enzim utama yang banyak ditemukan di sel hati serta efektif untuk mendiagnosis dekstruksi hepatoseluler. Kadar SGOT SGPT dapat dipengaruhi oleh alkohol yang menekan susunan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil karena mempunyai efek stimulasi ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lama Konsumsi Minuman Beralkohol Terhadap Kadar SGOT Dan SGPT Pada Laki-Laki Alkoholik Di Desa Orawa Kabupaten Kolaka Timur. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Analitik Observasional dengan rancangan Cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laki-laki yang mengkonsumsi alkohol sebanyak 62 orang. Menggunakan teknik simpel random sampling, dengan jumlah sampel 26 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik Chi Square Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan lama konsumsi minuman beralkohol terhadap kadar enzim SGOT dan SGPT di Desa Orawa Kabupaten Kolaka Timur. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji statistik Chi Square yang mempunyai nilai signifikan yaitu 0,005 di mana hasil SGOT sig 0,535 dan hasil SGPT sig 0,158 menunjukan Ha di tolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan lama konsumsi minuman beralkohol dengan kadar enzim SGOT dan SGPT pada laki-laki alkoholik di Desa Orawa Kabupaten Kolaka Timur.                                                                                                                                       
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA SAMPEL WHOLE BLOOD, PLASMA EDTA (ETHYLEN DIAMIN TETRA ACID) DAN SERUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI BLUD RUMAH SAKIT KONAWE SELATAN Purnama, Titi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelebihan asupan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk glikogen yang dalam kurun waktu lama akan diubah menjadi trigliserida dan hal ini akan berpengaruh terhadap kadar glukosa darah. Peningkatan kadar gula dalam darah menyebabkan terjadinya hiperglikemi yang manifestasinya menyebabkan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbandingan hasil pemeriksaan glukosa darah pada sampel whole blood, plasma EDTA (Ethylen Diamin Tetra Acid) dan serum pada pasien Diabetes Mellitus Di BLUD Rumah Sakit Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah peneltian observasional analitik secara laboratories dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus yang dirawat di BLUD RS Konawe Selatan yang berjumlah 150 orang dengan sampel berjumlah 59 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan kadar glukosa yang diperiksa dengan menggunakan sampel plasma EDTA dan sampel serum dimana hasil uji menunjukan nilai sig 0,000 < α (0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kadar glukosa yang diperiksa dengan menggunakan sampel plasma EDTA dan sampel serum dimana hasil uji menunjukan nilai sig 0,000 < α (0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kadar glukosa yang diperiksa dengan menggunakan sampel serum dan sampel whole blood dimana hasil uji menunjukan nilai sig 0,001 < α (0,05), dan tidak ada perbedaan yang signifikan hasil pemeriksaan glukosa darah pada sampel whole blood, plasma EDTA (Ethylen Diamin Tetra Acid) dan serum pada pasien diabetes mellitus Di BLUD Rumah Sakit Konawe Selatan dimana hasil uji menunjukan nilai Sig 0,731 > α (0,05). Sebaiknya instansi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dapat menyiapkan semua jenis instrument pemeriksaan glukosa darah berdasarkan jenis sampel yang digunakan