Iskandar Tampoebolon, Baginda Muda
UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Pengaruh Proses Fermentasi Sekam Padi Amoniasi Menggunakan Aspergillus Niger Terhadap Serat Kasar, Protein Kasar, dan Total Digestible Nutrients Amrullah, Musfik; Iskandar Tampoebolon, Baginda Muda; Waluyo Prasetyono, Bambang
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 16, No 29 (2019): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.3 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v16i29.64

Abstract

Industri peternakan di Indonesia seringkali terhambat oleh masalah pakan yangharganya relatif meningkat dan ketersediaannya tidak stabil. Pembuatan pakan alternatif dari bahan yang memiliki nialai ekonomi rendah serta ketersediaan nya stabil seperti sekam padi diharapkan dapat menjadi salahsatu strategi yang tepat untuk menyiasati masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengaruh perlakuan perbedaan aras starter Aspergillus niger (A. niger) dalam proses fermentasi sekam padi amoniasi terhadap kandungan serat kasar (SK) , protein kasar (PK) dan total digestible nutrients (TDN). Penelitian ini menggunakan sekam padi amoniasi sebagai substrat yang di fermentasi dan Aspergillus niger (A.niger) sebagai starter. Perlakuan ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Penelitianini menggunakan 3 perlakuan yaitu ; T0 : sekam padi amoniasi + starter A.niger 0%, T1 :sekam padi amoniasi + starter A.niger 2,5%, dan T2: sekam padi amoniasi + starter A.niger 5% dengan waktu pemeraman yang sama 15 hari. Hasil penelitian menunjujkan bahwa ada pengaruh yang nyata (p<0,05), perlakuan perbedaan aras starter A.niger terhadap kadar protein kasar, serat kasar, dan TDN sekam padi amoniasi yang di fermentasi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlakuan T 2 merupakan perlakuan terbaik karena memiliki kadar PK dan TDN tertinggi serta kadar SK terendah dibandingkan T 1 dan T 0