Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Masyarakat terhadap Kesadaran Muzakki dalam Membayar Zakat di Kabupaten Pinrang Hj. Muliati; Rasyid, St. Cheriah
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 17 No 1 (2019): DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.576 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v17i1.706

Abstract

This study discussed the public`s perception towards the consciousness of muzakki to paying zakaah in Pinrang Regency. This research objectivewas to know the public perception towards the muzakki`sconsciousness in paying zakaah. This research founded some results as follow: First, the National Zakat Agency of Pinrang Regency has more hard-wired and fairness program according to utilizing of zakaah resource, such as optimal planning and collecting, effective distributing, as well as accountability reporting. Second, the Public perception on a determinant consciousness of muzakki to pay zakaah was more determinate by some results as follows; the religiosity behavior of worship, the Muzakki`s literacy on zakaah obligation, the economic income or wealth factor of Muslim society, the Local Government`s regulation and Muslim Scholar`s role on zakaah literacy, as well as the credibility of National Zakat Agency
The Relation of Animism and Diversity in Pinrang District (A Theological Study of Bulu’ Nene’) Muliati Muliati
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v19i1.1492

Abstract

This paper discusses The Relation of Animism and Diversity in Pinrang Society (Theological Study on the Bulu’ Nene’). This study aims at unfolding the relation of animistic belief of Bulu’ Nene’ in Pinrang society. The type of this research is field research which is descriptive qualitative in character and using several approaches such as juridical, theological normative, sociological, and historical approach. The data collection techniques are observation, interview, documentation, and triangulation. This research found several things: Firstly, the Bulu’ Nene’ animistic belief in Pinrang society greatly influences their life. They believe that it is one of the reasonable places to pray to God since Bulu’ Nene’ was a saint and his prayers were accepted by God during his lifetime. Secondly, Islam’s view of Bulu’ Nene’ in Pinrang put it as an imaginary belief. Islam does not justify it because it was categorized as believing in more than one God (shirik) and the person who does that is called a polytheist. Thirdly, strategies and approaches in handling the Bulu’ Nene’ in Pinrang society is by giving direction to the visitors through recitation, reproducing dhikr more and explaining that what they did is very contrary to the teachings of Islam and may result in becoming polytheists.[Artikel ini membahas seputar Relasi Pemahaman Kepercayaan Animisme Terhadap Keberagaman Masyarakat Kabupaten Pinrang (Suatu Kajian Teologi Terhadap Bulu’ Nene’). Tujuannya adalah untuk mengetahui Relasi Pemahaman kepercayaan Animisme masyarakat Kabupaten Pinrang terhadap Bulu’ Nene’. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis, teologis normatif, sosiologis, dan sejarah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara/interview, dokumentasi, dan trianggulasi. Hasil penelitian yang ditemukan: Pertama, Bentuk kepercayaan animisme Bulu’ Nene’ masyarakat di Kabupaten Pinrang sangat besar pengaruhnya terhadap hidup masyarakat, karena didalamnya mengandung suatu keyakinan bahwa dia adalah salah satu tempat yang wajar ditempati untuk memohon doa kepada Tuhan karena beliau adalah suci dan makbul doanya semasa hidupnya. Kedua, Tinjauan Islam terhadap kepercayaan animisme Bulu’ Nene’ masyarakat Kabupaten Pinrang, adalah suatu kepercayaan hayal belaka. Islam tidak membenarkannya, sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Allah swt), orang yang menjalankannya disebut musyrik. Ketiga, Strategi dan pendekatan dalam penanggulangan kepercayaan animisme Bulu’ Nene’ Masyarakat Kabupaten Pinrang yaitu memberikan pengarahan kepada pengunjung lewat pengajian, memperbanyak berzikir dan menjelaskan  bahwa apa yang dilakukannya sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan bisa mengakibatkan menjadi musyrik.]
IMPLEMENTASI HUKUM ISLAM DALAM PEMIKIRAN MU’TAZILAH Muliati Muliati
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 2 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.575 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v15i2.437

Abstract

Abstract: In modern times and the advancement of science and technology, the rational Mutazilah teachings have begun to re-emerge among Muslims especially among the intelectual counity. Unknowingly they have had the same or close understandings of the Mutazila teachings. Having such ideals does not exclude them from Islam.
Dilema Aktualisasi Diri: Perilaku Mahasiswa IAIN Parepare Dalam Konsumsi Skincare Tanpa Label Halal Nurfadilah Sindika Sari; Syahriyah Semaun; Andi Bahri S; Muliati Muliati; Muzdalifah Muhammadun
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): JIEI : Vol.9, No.2, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i2.8959

Abstract

Abstrak Saat ini skincare tanpa label halal banyak dikonsumsi oleh mahasiswa untuk mendapatkan kulit putih dan bersih. Perilaku konsumsi seperti ini tidak sesuai dengan perilaku konsumsi islam yang mana sebagai umat muslim diwajibkan untuk mengonsumsi barang/produk halal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola aktualisasi diri mahasiswa yang dianalisis dalam teori konsumsi islam. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Data primer berasal dari wawancara secara langsung dengan mahasiswa FEBI IAIN Parepare dan data sekunder berasal dari literatur-literatur yang sesuai topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan menggunakan skincare tanpa label halal sehingga mampu mempertahakan eksistensi di lingkungannya. Faktor-faktor yang mendorong mahahsiwa untuk menggunakan skincare tanpa label halal yaitu faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. Mahasiswa menganggap label halal pada skincare tidak terlalu penting sehingga mereka tetap menggunakan skincare tanpa label halal. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran pola konsumsi yang tidak sesuai dengan perilaku konsumsi islam.