Rai Widjaja , Ngakan Made
Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemisahan P4 (Progesteron) dari Serum Kuda Indonesia CBG4 Bunting 3,5 Bulan dengan Sephadex G-75 Rai Widjaja , Ngakan Made
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 17, No 2 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.363 KB) | DOI: 10.24002/biota.v17i2.133

Abstract

eCG (equine Chorionic Gonadotropin) atau PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadotropin) merupakan hormon gonadotropin yang beredar di pasaran yang saat ini masih diproduksi menggunakan bahan baku serum Thoroughbred bunting. eCG sangat dibutuhkan untuk mengobati kasus hipofungsi ovarium (inactive ovaries/post partum acyclicity) pada sapi, tetapi harganya mahal dan di Indonesia saat ini sulit memperolehnya. Sudah dibuktikan melalui penelitian sebelumnya bahwa kadar eCG pada kuda CBG4 (cross bred antara kuda Sandel dengan Thoroughbred hingga generasi keempat) tidak berbeda dengan Thoroughbred bunting 3,5 bulan. Serum kuda bunting di samping mengandung eCG, terdapat juga didalamnya E2, P4 (progesteron) dan prolaktin. Sephadex G-75 merupakan produk polimer polidekstran berbentuk gel yang biasa digunakan untuk memisahkan molekul protein dengan kisaran massa molekul antara 10.000–75.000 Dalton (1075 kDa). Tujuan penelitian ini adalah memisahkan P4 dari serum enam ekor CBG4 bunting 3,5 bulan dengan teknik kromatografi filtrasi gel menggunakan sephadex G-75. Model pemisahan dilakukan melalui penampungan sembilan fraksi eluat (fraksi ketiga sampai kesebelas). Selanjutnya, dengan teknik RIA fase padat akan ditentukan kadar P4 tiap-tiap fraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar P4 (ng/ml) terendah 1,34 ± 1,32 terdapat di dalam fraksi eluat ketiga yang berbeda secara bermakna dengan fraksi eluat kesebelas 18,69 ± 2,99. Di samping itu, terdapat kecenderungan bahwa kadar P4 semakin meningkat seiring dengan semakin mengarahnya eluat ke fraksi akhir. Melalui model pemisahan atas kesembilan fraksi eluat tersebut nantinya digambarkan karakteristik kandungan urutan fraksi eluat untuk setiap komponen protein di dalam serum CBG4 bunting 3,5 bulan. Untuk menunjang maksud tersebut, disarankan untuk meneruskan penelitian terhadap upaya pemisahan eCG dari serum CBG4 bunting 3,5 bulan.