Saragih, Honglianta R.
Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PASANGAN USIA SUBUR DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2017 Saragih, Honglianta R.
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.685 KB)

Abstract

Salah satu alat jenis alat kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). AKDR adalah cara pencegahan kehamilan yang sangat efektif, aman, dan reversibel bagi wanita dengan memasukkan kontrasepsi serviks dan dipasang di dalam uterus. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu pasangan usia subur (PUS) dengan penggunaan AKDR di Wilayah Kerja (wilker) Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu PUS yang ada di wilker Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang sebanyak 3852 orang pada bulan Juni 2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 orang menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel. Analisis data dengan menggunakan data univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah pengetahuan ibu pasangan usia subur mayoritas terdapat pada kategori cukup yaitu 39 orang (40,2%), sikap ibu PUS mayoritas terdapat pada kategori negatif yaitu 49 orang (50,5%). Kesimpulan bahwa adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu PUS dengan penggunaan AKDR. Saran adalah diharapkan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan tentang sosial demografi terkhususnya pada efek samping pemakaian AKDR sehingga akseptor mendapat informasi yang lengkap tentang AKDR dan cara penanggulangan efek samping yang berlebihan sehingga akseptor tetap menggunakan AKDR sebagai alat kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan efesien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMAKAIAN ALAT METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA ISTRI PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI PUSKESMAS PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2017 Saragih, Honglianta R.
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.008 KB)

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan. Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 1.895 jiwa, dengan jumlah PUS 322 orang, dan peserta KB aktif 244 orang, jumlah pengguna MKJP 56 orang dan non MKJP 188 orang. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian alat MKJP pada isteri PUS di Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Populasi adalah ibu PUS yang menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 244 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling yaitu 71 orang. Hasil penelitian bahwa dari 71 responden, jumlah mayoritas umur>36 tahun 49 orang (69,0%), pendidikan menengah 40 orang (56,3%), paritas>2 orang adalah 50 orang (70,4%), pengetahuan kurang 46 orang (64,8%), sikap negatif 46 orang (64,8%), persepsi nilai anak baik 36 orang (50,7%), KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kategori baik 50 orang (70,4%), suami tidak mendukung 41 orang (57,7%) dan tidak menggunakan MKJP 40 orang (56,3%). Kesimpulan adanya pengaruh faktor predisposisi (umur, pendidikan, paritas, pengetahuan, sikap, persepsi nilai anak), pemungkin (KIE) dan pendorong (dukungan suami) terhadap pemakaian alat MKJP pada istri PUS. Disarankan bagi PUS lebih mencari informasi tentang kontrasepsi jangka panjang dan konsultasi kepada tenaga kesehatan terdekat, karena MKJP merupakan metode yang sangat efektif bagi PUS yang memiliki anak lebih dari 2 anak.