Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Masase Efflurage Terhadap Pengurangan Sensasi Rasa Nyeri Persalinan Pada Ibu Primipara fatmawati, fatma wati; Arifiani, Farizka Puspita
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.806 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.6

Abstract

Nyeri selama persalinan merupakan hal yang fisiologis, setiap wanita menunjukkan respon yang berbeda – beda atau ada yang berlebihan. Berdasarkan data awal pada bulan Maret 2012 ditemukan ada 11 orang (89%) yang mengalami respon negatif saat persalinan. Oleh karena itu, untuk menguranginya diperlukan manajemen sensasi nyeri persalinan menggunakan metode masase efflurage. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas masase efflurage terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan pada ibu primipara.            Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Populasinya ibu primipara yang bersalin di Pustu Poto’an Laok periode bulan Mei 2012. Teknik sampling menggunkan accidental sampling. Besar sample 8 orang. Analisa data menggunakan uji wilcoxon match pairtest dengan derajat kesalahan 0,05. Variabel independennya masase efflurage dan variabel dependennya sensasi nyeri persalinan kala satu.            Hasil penelitian didapatkan bahwa nyeri persalinan sebelum masase efflurage nyeri sedang 62,5%. Sedangkan setelah masase efflurage menjadi nyeri ringan 62,5%. Hasil uji statistik menunjukkan H1 diterima yaitu ρ < α (0,005 < 0,05). Berarti masase efflurage efektif terhadap pengurangan sensasi rasa nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin primipara.            Untuk itu pemberian masase efflurage dapat dijadikan suatu intervensi dalam memanajemen sensasi nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu dalam pelayanan kebidanan. 
Perbedaan Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida kala I yang Diberi dengan Yang Tidak Diberi Aromaterapi Lavender fatmawati, fatma wati; Wulani, Septia Intan
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.043 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.9

Abstract

Peristiwa persalinan merupakan suatu pengalaman baru dan merupakan saat yang dinantikan. Namun disisi lain sering terdapat hambatan yang dapat beresiko buruk bagi ibu maupun bayinya karena proses persalinan bukan hal yang fisiologis, namun diwarnai dengan psikologis sehingga proses persalinan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan ibu bersalin primigravida kala I yang diberi dan tidak diberi aromaterapi.Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental. Dengan populasi sebanyak 20 ibu bersalin primigravida kala I. Sampel yang ditentukan sebagai subyek penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Pondok Bersalin Hikmah Desa Lesong Daya Kec. Batu Marmar Kab. Pamekasan. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, dimana pemilihan sampel sesuai kriteria sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah yang terpenuhi sebanyak 16 responden. Untuk mengetahui tingkat kecemasan ibu bersalin digunakan skala penilaian dari HRS-A.Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebanyak 25% ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Sedangkan 6,25% ibu bersalin yang tidak diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Harga Z hitung sebesar -1,890 dan Z tabel untuk taraf signifikansi 0,05 sebesar 30, maka Z hitung < Z tabel (-1,890 < 30) dan p<0,05 (p=0,006 < 0,05).            Rata-rata ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan dibandingkan dengan ibu yang tidak diberi aromaterapi. Sehingga dapat disimpulkan ibu bersalin yang ada di Pondok Bersalin Hikmah rata-rata tidak mengalami kecemasan, yang perlu diupayakan tenaga kesehatan memberikan aromaterapi di tempat bersalin agar ibu dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.