Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI INTEGRASI DATA MENGGUNAKAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS MULIA Subur Anugerah
PROSIDING SEMINASTIKA Vol 2 No 1 (2019): 2nd SEMINASTIKA 2019
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah berjalan kurang lebih 19 tahun, tiga perguruan tinggi kecil, yakni STMIK Balikpapan, STMIK SPB Samarinda, dan ASMI Airlangga Balikpapan bersatu (merger) dan berkembang menjadi Universitas Mulia. Bermula dari hanya enam program studi dari perguruan tinggi asal, kini bertambah menjadi 11 program studi, termasuk program studi baru. Seribuan civitas akademika yang dimiliki sebelumnya, baik mahasiswa, dosen, serta komponen lainnya seperti mata kuliah dan aktivitas yang dikelola, kini juga berkembang jumlahnya seperti deret ukur. Hal ini mendorong terciptanya inovasi yang tepat guna mengelola ribuan sumber daya dan data yang ada tersebut. Tuntutan pengelolaan sumber daya perguruan tinggi yang efektif dan efisien dalam sisi waktu yang pendek menjadi tidak mudah. Untuk itu, diperlukan strategi agar pemanfaatan sumber daya dan teknologi yang sudah dimiliki sebelumnya (Legacy Systems) dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan dan proses bisnis perguruan tinggi baru. Salah satu cara yang bisa diterapkan dan dianggap tepat adalah menggunakan Enterprise Architecture Planning. Dengan penerapan metode ini, terbukti mampu mengatasi permasalahan sulitnya mengintergrasikan data dan sistem pada beberapa program studi di Univeritas Mulia.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI HOLISTIK BERBASIS COMMUNITY-BASED REHABILITATION (CBR) UNTUK MANAJEMEN TERAPI JANGKA PANJANG PASIEN PASCA-STROKE DI BALIKPAPAN Subur Anugerah; Ridwansyah Heman; Istia Budi; Suprijadi Suprijadi; Serlina Kombong Serlina Kombong
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v13i1.1068

Abstract

Latar Belakang: Manajemen terapi jangka panjang bagi pasien pasca-stroke memerlukan pendekatan tim interdisipliner yang terkoordinasi untuk menjamin keberlangsungan rehabilitasi secara optimal. Namun, implementasinya sering terhambat oleh data klinis yang terfragmentasi antarprofesi serta kurangnya platform kolaborasi yang terpusat. Kondisi ini dapat menurunkan efektivitas terapi, memperlambat proses pemulihan, dan berdampak pada rendahnya kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi multi-aspek yang meliputi medis, fisik, fungsional, komunikasi, dan psikologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan model sistem informasi holistik guna mendukung kolaborasi tim interdisipliner dalam manajemen terapi pasca-stroke berbasis komunitas. Metode: Penelitian menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model Waterfall pada studi kasus program Rumah Sehat Stroke oleh Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Kota Balikpapan. Sistem berbasis web dirancang untuk mengakomodasi berbagai peran terapis, meliputi Dokter Rehabilitasi Medik, Fisioterapis, Terapis Okupasi, Terapis Wicara, dan Psikolog. Hasil: Penelitian menghasilkan prototipe sistem informasi holistik yang berhasil mengintegrasikan modul penjadwalan terpadu, portal keterlibatan pasien serta rekam medis elektronik tunggal dengan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan) yang terstandarisasi. Sistem ini terbukti mampu mendukung komunikasi interprofesional, mengurangi fragmentasi data klinis, dan memperkuat continuity of care dalam rehabilitasi pasca-stroke berbasis komunitas. Simpulan: Implementasi sistem informasi holistik berbasis Community-Based Rehabilitation (CBR) berpotensi menjadi inovasi dalam Manajemen Farmasi dan Farmasi Klinik karena menyediakan data terpusat untuk evaluasi efektivitas program rehabilitasi secara komprehensif. Sistem ini dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi jangka panjang serta mendukung peningkatan hasil rehabilitasi secara menyeluruh.