Hamdan, Yusuf Lensa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI PENGELOLAAN AIR MINUM ISI ULANG DENGAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA Vidyabsari, Vidyabsari; Hamdan, Yusuf Lensa
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.124 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.29-36

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama pada anak berumur kurang dari 5 tahun (balita), di Kelurahan Berbas Pantai, kasus diare terbanyak terjadi pada usia balita, salah satu faktor timbulnya penyakit diare disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk ketubuh manusia melalui air minum isi ulang yang tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan higiene sanitasi air minum isi ulang di rumah tangga dan di sarana DAM serta keberadaan E. coli di air minum dengan diare pada balita. Studi Analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Kelurahan Berbas Pantai Wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan II. Sebagai sampel adalah sebagian rumah tangga yang mempunyai balita dan mengkonsumsi air minum isi ulang pada bulan Juni s/d Oktober 2013 dengan jumlah sampel 70 balita. Subjek penelitian adalah orang tua yang mempunyai balita dan mengkonsumsi air minum isi ulang. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan significancy level = 0,05.Variabel yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Kelurahan Berbas Pantai adalah higiene sanitasi di rumah tangga (p-value =0,001), higiene sanitasi di sarana DAM (p-value = 0,02) dan hasil pemeriksaan laboratorium ada tidaknya E. coli pada air minum yang dikonsumsi (p-value = 0,016). Adanya hubungan higiene sanitasi pengelolaan air minum isi ulang di sarana DAM dan di Rumah Tangga dengan diare serta keberadaan E. coli dalam air minum isi ulang dengan diare pada balita di Kelurahan Berbas Pantai.   Kata kunci : Balita, diare, higiene sanitasi.   THE RELATION BETWEEN HYGIENE SANITATION DRINKING WATER REFILL WITH THE INCIDENCE OF DIARRHEA IN TODDLERS   ABSTRACT Diarrhea is one of the causes of the highest mortality and morbidity in children, especially in toddlers, in Berbas Pantai village, diarrhea cases occurred in children under five years, one of the factors diarrhea disease caused by germs or bacteria enter the human body through drinking water contaminated refill.This study was determine the relation between hygiene sanitation drinking water refill with the incidence of diarrhea in toddlers in Berbas Pantai village in 2013. The analytical survey method by using cross sectional design. The location of research is Berbas Pantai Village in Bontang II working area. As the sample is part of house holds that have at oddler and consuming drinking water refill in June s/d October 2013 with samples 70 toddlers. The Analysis of data using chi square statistical test with significancy level =0.05. Variables that affect the incidence of diarrhea in infants in the region of Berbas Pantai village is hygiene and sanitation the house hold (p-value = 0.001), hygiene and sanitation in DAM (p-value = 0,02), and the results of laboratory tests whether there is E.coli in drinking water consumed (p-value = 0.016). Hygiene and sanitation relation ship management refill drinking water in DAM and in house holds with diarrhea and the existence E.coli in drinking water refill with diarrhea in toddlers in Berbas Pantai village.   Keywords: Diarrhea, toddlers, hygiene sanitation.  
FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN FILARIASIS Hamdan, Yusuf Lensa; Hadisaputro, Suharyo; Suwondo, Ari; Sofro, Muchlis AU; Adi, Sakundarno
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.356 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.21-26

Abstract

Filariasis merupakan suatu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kecamatan Pekalongan Selatan merupakan salah satu daerah endemis filariasis. Pada tahun 2014 - 2016 didapat 71 kasus filariasis yang mungkinkan oleh berbagai faktor lingkungan yang banyak terdapat rawa dan kolam dan digenangi air serta ditumbuhi oleh tanaman air. Faktor lain selain dari faktor lingkungan adalah faktor sosial, ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor risiko lingkungan fisik (genangan air), lingkungan biologi (tanaman air, ikan predator), Lingkungan sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan penghasilan) dan faktor perilaku (kebiasasaan keluar malam hari, kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk dan kebiasaan menggunakan baju pelindung diri dari gigitan nyamuk) yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah penduduk yang menderita filariasis dan kontrol adalah penduduk yang  tidak menderita filariasis. Jumlah kasus dan kontrol adalah 80. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Analisis Multivariat menunjukkan bahwa dari 11 (sebelas) variabel yang dianalisis terdapat 1 variabel yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis di Kecamatan Pekalongan Selatan, yaitu : Pemakaian Obat Anti Nyamuk (OR = 35,286, CI 95% = 7,390 ? 168,476). Penggunaan obat anti nyamuk merupakan faktor risiko yang paling dominan untuk terjadinya penularan filariasis. Masyarakat disarankan menggunakan kelambu atau anti nyamuk sewaktu tidur, memakai pelindung diri (baju dan celana panjang) waktu keluar rumah pada malam hari. Perlu adanya tindakan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang filariasis dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat.     Kata kunci: filariasis, lingkungan, perilaku.   VARIOUS ENVIRONMENTAL AND BEHAVIOR FACTORS THAT INFLUENCE THE FILARIASIS EVENT   ABSTRACT Filariasis is a disease that is still a health problem in Indonesia. South Pekalongan District is one of the endemic areas of filariasis. By the year 2014 - 2016, it was found about 71 cases of filariasis. This is caused by many factors in the environment, such as swamp and pool that was flooded with water with many water plants. Other factor, that caused by are sosio economic and community behavior. The objective of this study was to determine physical factors (swamp / pool), Biological (water plants, fish / animal predators) of the environment. Socio ecomic factor (education, job and income), behaviour factor the habitat of (going outside at night, habit of using mosquito repellent and wearing clothes to protect from mosquitoes bite) that may give influence the filariasis cases in South Pekalongan District. This research was an observasional research with a case-control approach. Case in this study was filariasis cases and for control was people suffer from filariasis. Total sampler were 80 sample. Data was taken by observation and interview. Data collected was analyzed by using logistics regression. Multivariate analysis showed that from 11 variables, there are 1 variable were proved to be the risk factor of filariasis at South Pekalongan District, which are : respondent, habit of using mosquito repellent (OR = 35,286, CI 95% = 7,390 ? 168,476). The use of mosquito repellent is the most dominant risk factor for filariasis transmission. It is suggested that people sould use mosquito net or repellent when bed time, self protection dress when they go out at night.  It is necessary to perform health promotion and extend the information related to filariasis in order to improve people knowledge .    Keyword : Filariasis, Environmental, Behavioral.