Hasil karya dokumenter yang berjudul “Tari Lengger Sebagai Warisan Budaya Wonosobo” ini bertujuan untuk memberikan informasi dan hiburan kepada masyarakat yang membaca atau menonton film dokumenter kesenian agar mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan dibalik layar sebelum tampil ke depan layar suatu pertunjukan tari lengger. Seluruh kegiatan dan adegan dalam karya ini dibuat berdasarkan fakta yang terjadi saat persiapan dibalik layar pertunjukkan kesenian tari lengger. Tari Tradisional Lengger merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Tari Lengger dirintis oleh sosok bernama Gondowinangun yang berasal dari Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Wonosobo pada 1910. Kemudian Tari tradisional ini, dikembangkan Ki Hadi Soewarno pada dekade 1960-an. Diharapkan pada karya ini dapat memberikan manfaat secara umum, praktis dan akademis. Manfaat secara umum yaitu menambah minat masyarakat dalam melestarikan budaya tari Lengger. Manfaat Akademis dari pembuatan tugas karya film dokumenter ini untuk menambah wawasan pengetahuan tentang media film, yang difokuskan pada semiotika film dan makna budaya untuk di sampaikan. Dalam proses pembuatan sebuah film terbagi menjadi tiga tahap yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Metode yang digunakan dalam penulisan film dokumenter ini menggunakan kualitatif. Dalam film dokumenter ini, penulis memiliki peran sebagai editor yang bertanggung jawab melakukan penyuntingan gambar, suara, dan efek sesuai dengan keinginan penulis naskah dan sutradara. Laporan tugas akhir ini akan menguraikan peran editor selama proses produksi film dokumenter. Harapan penulis dari film dokumenter “Tari Lengger Sebagai Warisan Budaya Wonosobo” dapat menjadi alternatif pilihan tayangan edukatif, informatif, serta menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang menontonnya. Kata Kunci: Tari Lengger, Karya Dokumenter, Editor Abstract The documentary work entitled “Lengger Dance as Wonosobo Cultural Heritage” aims to provide information and entertainment to people who read or watch art documentaries in order to know what preparations are done behind the scenes before appearing in front of the screen of a lengger dance performance. All activities and scenes in this work are made based on the facts that occur during the behind-the-scenes preparation of lengger dance performances. Lengger Traditional Dance is one of the arts originating from the Dieng Plateau, Wonosobo, Central Java. Lengger dance was pioneered by a figure named Gondowinangun who came from Kecis Village, Selomerto District, Wonosobo in 1910. Then this traditional dance was developed by Ki Hadi Soewarno in the 1960s. It is hoped that this work can provide general, practical and academic benefits. The general benefit is to increase public interest in preserving Lengger dance culture. The academic benefits of making this documentary film work assignment are to add insight into knowledge about film media, which is focused on film semiotics and cultural meanings to be conveyed. In the process of making a movie, it is divided into three stages, namely pre-production, production, and post-production. The method used in writing this documentary uses qualitative. In this documentary film, the author has a role as an editor who is responsible for editing images, sounds, and effects in accordance with the wishes of the scriptwriter and director. This final project report will describe the role of the editor during the documentary film production process. The author hopes that the documentary film “Lengger Dance as Wonosobo Cultural Heritage” can be an alternative choice of educational, informative, and entertainment for the people who watch it. Keyword: Lengger Dance, Documentary Work, Editor