D, Dzarna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI MAKNA PANGGIH PENGANTIN PADA IBU-IBU PKK D, Dzarna
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.059 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1848

Abstract

Berbicara tradisi panggih manten, tradisi atau kegiatan ini saat ini dilakukan oleh masyarakat di Lingkungan Tegalbai Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dimana masyarakatnya dominan masyarakat Madura. Sedangkan tradisi atau prosesi tersebut sebenarnya berasal dari adat Jawa, khususnya Solo. Tradisi temu manten sebenarnya dilakukan oleh masyarakat Jawa dan banyak sekali rangkaian yang dilakukan dan semua itu memiliki makna. Dari hasil wawancara yang dilakukan pengusul kepada beberapa orang (ibu-ibu PKK) yang berada dilingkungan Karangrejo, mereka menjawab ?tidak tahu? tentang masing-masing makna yang dilakukan pada acara panggah pengantin yang pernah mereka laksanakan dan pernah mereka lihat. Tujuan dari PkM ini adalah pengenalkan masing-masing makna pinggah pengantin yang pernah mereka lihat agar mengetahui makna masing-masing prosesi pinggah pengantin dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan dan pasrah pada perias pengantin. Target pelaksanaan PkM ini adalah untuk mengenalkan dari masing-masing kegiatan pinggah pengantin yang pernah mereka lihat di lingkungan Karangrejo. Metode penyuluhan yang dipilih untuk dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada. Melalui program PkM diharapkan dapat meningkat pengetahuan ibu-ibu terhadap kegiatan pinggah pengantin. Dengan adanya penyuluhan ini, maka ibu-ibu PKK  tidak hanya ikut-ikutan mengguanakan kegiatan pinggah pengantin sedangkan mereka tidak tahu makna dari masing-masing kegiatan tersebut. Setelah diberikan penyuluhan tentang makna prosesi kegiatan panggih pengantin, didapatkan bahwa diantara dua puluh peserta yang hadir dalam acara PKK pada Minggu, 17 Desember 2017 di rumah Ibu Jun, ibu-ibu PKK memahami tentang prosesi kegiatan panggih pengantin. Jumlah peserta PKK sebenarnya terdapat 30 ibu-ibu namun yang hadir hanya terdiri dari 20 orang ibu-ibu PKK. Ibu PKK yang hadir  sangat antusias bertanya secara detail  karena memang dasarnya mereka tidak mengetahui makna dari masing-masing kegiatan tersebut.Kata Kunci : Makna, Panggih pengantin, Ibu-Ibu PKK