This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Nahwu 'Inda al-Bashriyyiin wa al-Kufiyyiin (al-Qarn al-Awwal ila al-Tsalits al-Hijriy) Bachmid, Ahmad
Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.589 KB) | DOI: 10.15408/bat.v22i2.4052

Abstract

كانت في نشأة النحو العربي أدوار، الدور الأول الوضع والتكوين، وهذا من دور البصرة، وهي أول مدينة عينت بالنحو واللغة، تبدأ مدرسة البصرة من أبي أسود الدؤالي الذي توفي بها سنة 67هــ  إلى عهد الخليل بن أحمد (ت 175 هـ). ولقد ظهر اللحن في صدر الإسلام بسبب اختلاط العرب وامتزاجهم بالأعاجم، مما جعل علماء البصرة يحرصون على رسم أوضاعها خوفا عليها من الفناء والذوبان في اللغة الأعجمية. الطبقة الأولى من البصريين تبدأ من عهد نصر بن عاصم (ت 89 ه) إلى يحى بن يعمر (ت 129 ه)، والطبقة الثانية من البصريين فى الدور الأول تبدأ هذه الطبقة من عهد عبد الله بن إسحاق (ت 117 ه) إلى عهد أبى عمرو بن العلاء (ت 154 ه). الدور الثانى : دور النمو والنشوء والارتقاء، وهذا من دور البصرة والكوفة، وقد سبقت البصرة بنحو مائة عام الكوفة التي جاءت بعدها لتأسس مذهبا خاصا في النحو. تقابل الطبقة الثالثة من البصريين الطبقة الأولى من الكوفيين، ومن أشهر علمائها أبو جعفر الرؤاسي (ت 175 هــ) ومعاذ الهراء (ت 178 هــ)، ومن علماء البصريين في هذا الدور الأخفش الأكبر (ت 172 ه)  وسيبويه (ت 180 ه). الدور الثالث  دور النضج والكمال، لقد بلغ النحو نضجه وكماله فأصبحت القضايا النحوية علما مستقلا---Abstrak Dalam perkembangan ilmu nahwu, terdapat beberapa fase, fase pertama peletakan dan penyusunan. Ini berpusat di Bashrah, sejak peletakan pertama oleh Abu al-Aswad sampai al-Khalil ibn Ahmad. Pada waktu itu lahn telah tersebar luas sehingga menuntut mereka untuk segera mengkodifikasi nahwu. Terjadinya lahn diseabkan oleh interaksi bangsa arab dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Periode pertanma bashrah dimulai pada masa Nasr Ibn Ashim (w.89 M) sampai masa Yahya Ibn Ya'mur (w. 129 H). Periode kedua Bashrah dimulai dari masa Abdullah Ibn Ishaq (w. 117 H) Sampai masa Amr Ibn al-Ala (w. 154 H). Kedua, masa pertumbuhan, yaitu masa perkembangan di mana  nahwu bukan hanya berkembang di Bashrah melainkan pula di Kufah. Tokoh Kufah pada fase ini antara lain Abu Ja’far al-Ru’asi (w. 175 H) dan Muazd al-Harra (w. 178 H), sedangkan tokoh Bashrah antara lain al-Akhfasy al-Akbar (w. 172 H) dan Imam Sibawaih (w. 180 H).   Ketiga, fase kematangan dan penyempurnaan, dimana ilmu nahwu telah telah dikodifikasi oleh ulama-ulama di kedua kota tersebut. 
Allughah al-‘Arabiyyah fi Indonesia Madiha , Hadhiriha, wa Mustaqbaliha bachmid, ahmad
Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6372

Abstract

AbstractThis article discusses about the spread of Arabic in Indonesia, which is divided into three lines of time; that is (1) the past, (2) the present and (3) the future. Core questions to be answered through this article is describing how the initial entry of Islam in Indonesia, because the religion of Islam was identical with the Arabic language. The Holy Book (the Koran) using the Arabic language, as well as Hadith. Arabic is the language of worship especially prayer. The inclusion of Islam into Indonesia played by Arab merchants in the process of Islamization in Indonesia. Then in the 15th century, namely (1) the development of the Arabic language is portrayed by the Wali Songo by developing boarding school-boarding school with their slogan, that focus on mastery of the Arabic language. At the beginning of this, teaching pesanteren system focused on reading the books of the original yellow speak Arabic as a medium. Then came the time of (2) driven by the return of alumni of the Islamic universities its founders came from the Middle East who was played by Pesanteren of modern educational system with the Gontor modern. And (3) Arabic already vibrant dijarkan madrasah ibtidaiyah in madrasah tsanawiyah,-, aliyah and at universities – the University of Islam and is common in Indonesia, there is even a special status-status of the study of the Arabic language. --- AbstrakArtikel ini membahas tentang penyebaran bahasa Arab di Indonesia, yang terbagi dalam tiga garis waktu; yaitu (1) masa lalu, (2) masa sekarang dan (3) masa depan. Pertanyaan inti yang harus dijawab melalui artikel ini adalah menggambarkan bagaimana masuknya Islam awal di Indonesia, karena agama Islam identik dengan bahasa Arab. Kitab Suci (Alquran) menggunakan bahasa Arab, juga hadits. Bahasa Arab adalah bahasa ibadah terutama doa. Masuknya Islam ke Indonesia dimainkan oleh para pedagang Arab dalam proses islamisasi di Indonesia. Kemudian pada abad ke 15, yaitu (1) perkembangan bahasa Arab dilukiskan oleh Wali Songo dengan mengembangkan pesantren dengan slogan mereka, yang fokus pada penguasaan bahasa arab. Pada awal ini, pengajaran sistem pesanteren terfokus pada pembacaan buku-buku bahasa asli berwarna kuning berbahasa Arab sebagai media. Kemudian datanglah waktu (2) yang didorong oleh kembalinya alumni universitas Islam para pendirinya berasal dari Timur Tengah yang diperankan Pesanteren dari sistem pendidikan modern dengan modern Gontor. Dan (3) bahasa Arab sudah semarak dijarkan madrasah ibtidaiyah di madrasah tsanawiyah, -, aliyah dan di universitas - Universitas Islam dan umum di indonesia, bahkan ada status status khusus dari studi bahasa arab.DOI : 10.15408/bat.v23i2.6372