Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Fajarsari, Dwi Desi
Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6315

Abstract

Belajar bahasa berarti seseorang tidak hanya harus memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa sehingga mampu menggunakan bahasa dengan benar, tetapi sesorang juga harus memperhatikan konteks sehingga ia mampu memnggunakan bahasa dengan baik. Konteks yang dimaksud bukan hanya yang tersurat, tetapi juga tersirat. Konteks secara tersirat hanya dapat dimengerti jika pembelajar bahasa memiliki pengetahuan tentang budaya. Demikian pun dengan para pembelajar bahasa Indonesia. Sebagai negara timur yang menjunjung sopan santun, bahasa Indonesia sangat memperhatikan penggunaan pilihan kata. Oleh karena itu, pembelajar bahasa Indonesia seharusnya tidak hanya diberikan pembelajaran bahasa yang benar, tetapi juga diberikan pembelajaran bahasa yang baik. Perkenalan dengan kuliner tradisional dapat dijadikan alternatif strategi belajar bahasa. Masakan tradisional merupakan kekayaan etnik yang dimiliki Indonesia. Rendang ialah salah satunya. Rendang tidak hanya sebagai makanan yang dapat memuaskan rasa lapar, akan tetapi membawa serta kebiasaan lokal, lingkungan, dan adat tradisi masyarakatnya. Kuliner rendang mengandung nilai pendidikan yang baik untuk ditransformasikan. Nilai pendidikan dalam kuliner rendang tersebut didapat dari asal-usul, warna, dan bahan. Nilai pendidikan tersebut antara lain nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial.Kata Kunci : rendang, budaya, nilai pendidikanDOI : 10.15408/bat.v23i2.6315
Bamboozle as a Learning Media to Improve Extragenesis-Based Speaking Skills Mulyana, Ajeng Tina; Fajarsari, Dwi Desi; Dourahu, Masrin
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v9i2.3216

Abstract

Speaking skills are essential abilities acquired through experience, social interaction, and education, thus falling under extragenetic knowledge transmitted through culture rather than genetics. Speaking skills serve not only as a means of conveying information, but also as a medium for expressing ideas, building social relationships, and constructing and negotiating meaning in the communication process. In an educational context, speaking skills are an indicator of learning success because they reflect students' ability to understand, process, and communicate the knowledge they have acquired effectively. This study aims to analyze how the interactive quiz platform Bamboozle can be utilized to enhance learners’ speaking skills based on the principles of extragenesis. The method employed is a literature review, examining books and scholarly articles related to extragenesis, speaking skills, and gamification/interactive quizzes, sourced from Scopus-indexed journals and other relevant publications. The findings indicate that speaking skills can be developed through active practice in interactive learning contexts, and Bamboozle provides a platform for learners to practice responding, engaging in discussion, and receiving instant feedback, thereby improving retention and motivation. Based on these results, it is recommended that educators integrate Bamboozle as a learning tool to support speaking skill development, combining game elements and interactivity to maximize extragenetic knowledge transfer, and encourage broader application in both online and face-to-face learning to continuously enhance students’ communication abilities.