Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Ajaran Islam dalam Naskah-Naskah Singir Koleksi Fsui Sebagai Bentuk Persinggungan Budaya Islam-Jawa: Kajian Intertekstualitas Rahmawati, Salfia
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.786 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i2.3840

Abstract

AbstrakSingir merupakan salah satu genre sastra Jawa berbentuk puisi tradisional sebagai turunan dari syair (dalam ranah kesusastraan Melayu) atau syi'r (dalam ranah kesusastraan Parsi-Arab). Sebagai sastra pesantren, singir mengandungajaran-ajaran seperti ilmu tauhid, fiqih, tarikh, akhlaq, dan ajaran Islam lainnya yang ditulis dengan aksara pegon (aksara Arab bahasa Jawa). Tradisi pembacaan singir dilakukan dengan cara ditembangkan sebagaimana tradisi kesusastraan Jawa berbentuk macapat. Meskipun jumlah populasinya tergolong banyak, namun pembicaraan tentang singir sebagai bagian dari khazanah kesusastraan Jawa masih minim. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji 9 naskah singir koleksi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan studi literatur. Naskah-naskah dalam penelitian ini digambarkan dan dijelaskan dari segi isi. Selain itu, naskah juga dijelaskan menggunakan kajian intertekstualitas yang menghubungkan singir dengan ayat-ayat Qur’an dan Hadits sebagai sumber penulisan singir. Cara ini telah dilakukan sebagai metode pengajaran nilai-nilai Islam di wilayah pesantren.---AbstractSingir is one of the literary genres of Javanese traditional form of poetry as an adoption from ‘syair’ (in the literature of Malay) or ‘syi'r’ (in the literature of Parsi-Arabic).As a pesantren literature, singir contains the Islamic values such as tauhid, fiqih, tarikh, akhlaq and other Islamic teachings written with pegon characters (Arabic script using Javanese language). It is taught by singing (as macapat tradition in the other Javanese traditional form of poetry). Although the population is quite a lot, but the discussion and the research on singir as part of the literature of Java is still rare. In this study, the authors tried to explore 9 singir manuscripts of Faculty of Humanities of University of Indonesia’s collection.This research uses qualitative-descriptive method and literature study. These manuscripts are described and explained its contents. Furthermore, these manuscriptsare also explained using intertextual study which is related to the Qur'an and Hadith as a source of singir writing. The method has been appliedto teach an Islamic values in pesantren area.
Seni Pertunjukan Jalanan Yogyakarta Awal Abad XX Rahmawati, Salfia
Manuskripta Vol 12 No 1 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i1.145

Abstract

Street performance art is a cultural product that is simple, spontaneous, and integrated with people's lives. In contrast to classical art, which tends to be structured and adhere to standards, this type of folk art is very dynamic. Cultural diversity recorded in ethnographic records and manuscripts is a marker for every element of change that exists. This study reveals the Yogyakarta street performing arts in the early 20th century recorded in the manuscripts Tanggapan Taledek (PNRI/ KBG 940) and Straatvertoningen (FSUI/LL.7a). When compared to today, several types of street performing arts that are displayed still survive and can be adapted. However, some other shows have changed shape and seem foreign because the next generation has not heard them. The changes show a creative synthesis between cultural traditions and life situations that remain dynamic. Socio-cultural changes indirectly affect changes in the role and function of art in society. === Seni pertunjukan jalanan merupakan produk budaya yang berkarakter sederhana, spontan, dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Berbeda dengan seni klasik yang cenderung terstruktur dan patuh pada kebakuan, jenis seni rakyat ini begitudinamis. Keragaman budaya yang terekam dalam catatan etnografi dan manuskrip menjadi penanda setiap elemen perubahan yangada. Penelitian ini mengungkap seni pertunjukan jalanan Yogyakarta awal abad ke 20 yang tercatat dalam naskah Tanggapan Taledek (PNRI/KBG 940) dan Straatvertoningen (FSUI/LL.7a). Jika dibandingkan dengan masa kini, beberapa jenis seni pertunjukan jalanan yang ditampilkan masih bertahan dan dapat diadaptasi ulang. Namun, beberapa pertunjukan lain ada yang berubah bentuk dan tampak asing karena sudah tidak pernah terdengar sama sekali oleh generasi selanjutnya. Perubahan yang terjadi menunjukkan sintetis kreatif antara tradisi kebudayaan dengan situasi kehidupan yang terus dinamis. Perubahan sosial budaya secara tidak langsung telah berimplikasi pada perubahan peranan dan fungsi kesenian dalam masyarakat.
Foreword from Handling Editor – 9th Edition Rahmawati, Salfia
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We are delighted to present the 9th edition of AJCE, published in July 2021. We have selected eight of the best articles for this edition, consisted of Research Articles.
Foreword from Handling Editor – 10th Edition Rahmawati, Salfia
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We are delighted to present the 10th edition of AJCE, published in December 2021. We have selected eight of the best articles for this edition, consisted of Research Articles.
Foreword from Handling Editor – 11th Edition Rahmawati, Salfia
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We are delighted to present the 11th edition of AJCE, published in July 2022. We have selected ten of the best articles for this edition, consisted of Research Articles and Case-based Articles.