Faisal Sangadji
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIFITAS HEAD MASSAGE DAN MURROTAL ALQUR’AN SURAH AR-RAHMAN TERHADAP INTENSITAS NYERI KEPALA PADA SANTRI MA’HAD SYAIKH JAMILURRAHMAN AS-SALAFY YOGYAKARTA Okta Risya Safitri; Faisal Sangadji; Dian Miftahul Mizan
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Stikes Madani
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.131 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v9i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh terapi head massage dan murottal Al-Qur’an surat Ar- Rahman Terhadap intensitas nyeri kepala pada santri Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimental dengan pre test-post test with control group design, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel adalah 36 orang (18 orang kelompok intervensi dan 18 orang kelompok kontrol). Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Berdasarkan Hasil uji statistic wilcoxon didapat P=0,000 pada kelompok intervensi dan pada kelompok kontrol didapat P=0,000. Besar P value < 0,05 memberikan interpretasi bahwa terapi head massage dan Murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahman dapat menurunkan intensitas nyeri kepala pada santri. Berdasarkan Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney didapat hasil P=0,000 yang memiliki interpretasi bahwa ada perbedaan yang signifikan rerata intensitas nyeri responden antara kelompok eintervensi dan kelompok kontrol. Terapi head massage dan murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahman dapat digunakan sebagai complementary therapy terhadap intensitas nyeri kepala pada santri ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Zulrizki; Faisal Sangadji; Isti Antari
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Stikes Madani
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.628 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v9i2.19

Abstract

Menurut badan pusat statistik 2014, Prevalensi lanjut usia (lansia) di Indonesia sebesar 8,03% dari seluruh penduduk di Indonesia, dan provinsi dengan proporsi lansia terbesar adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (13,05%). Peningkatan jumlah lansiadi Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses penuaan,seperti penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lanjut usia (lansia). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre and post test without control. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi eksperiment. Teknik pengambilan sampel dengan cara Non Probability sampling yaitu dengan purposive sampling, dan didapatkan jumlah sampel 20 responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner MMSE (Mini Mental Status Eximinitation). Analisis data menggunakan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian; Mayoritas usia responden yang mengalami penurunan fungsi kognitif paling banyak berumur 60-70 tahun sebanyak 17 responden (85%). Jenis kelamin responden paling banyak adalah berjenis perempuan sebanyak 11 responden (55%).Nilai kognitif responden sebelum diberikan senam otak terbanyak adalah skor nilai kognitif sedang sebanyak 10 responden (50%). Nilai kognitif responden sesudah diberikan senam otak terbanyak adalah skor nilai kognitif ringan sebanyak 15 responden (75%).Hasil dari uji Paired Sample t-test didapatkan mean pre test 20,25 dan untuk mean post test 24,60 sehingga dapat dilihat adanya peningkatan fungsi kognitif sebelum dan sesudah perlakuan. Sehingga Ho ditolak artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah senam otak dengan fungsi kognitif lansia di Posyandu Lansia Dusun Kradenan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, D.I. Yogyakarta Kesimpulan:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senam otak secara signifikan bermanfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif dibuktikan dengan hasil yang bermakna skor nilai fungsi kognitif setelah dilakukan senam otak.
Model Penanggulangan Hipertensi Akibat Kesalahfahaman Informasi Covid_19 Pada Masyarakat di kampung Waras sariharjo Ngaglik Sleman Tahun 2020 Faisal Sangadji
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.716 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v12i1.153

Abstract

Kecemasan menjadi sebuah faktor yang cukup berbahaya secara psikologis dalam mempengaruhi penyakit hipertensi. Kecemasan mampu meningkatan stress psikososial pada banyak orang dan berakibat pada peningkatan tekanan darah. Fenomena peningkatan tekanan darah (hipertensi) di Kampung Waras, Sariharjo, Ngaglik, Sleman dengan mengkonsepkan masyarakat sebagai subyek penelitian, menunjukkan bahwa semua subyek pernah mengalami peningkatan tekanan darah ketika mendapatkan informasi yang tidak menyenangkan tentang covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan model penanggulangan hipertensi akibat kesalahpahaman informasi Covid-19 pada masyarakat di Kampung Waras, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Sebagian besar informan penelitian menderita hipertensi tingkat 2 dengan jumlah 13 orang atau 65%. Kemudian disusul oleh kelompok informan yang menderita hipertensi tingkat 1 dengan jumlah 5 orang atau prosentase 25%. Sisanya, sebanyak 2 orang atau 10% menderita hipertensi krisis sehingga memerlukan penanganan darurat. Penelitian ini menggunakan metode survey normativef. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Subyek penelitian adalah warga Kampung Waras Sariharjo Ngaglik Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian menderita hipertensi tingkat 2 dengan jumlah 13 orang atau 65%. Kemudian disusul oleh kelompok informan yang menderita hipertensi tingkat 1 dengan jumlah 5 orang atau prosentase 25%. Sisanya, sebanyak 2 orang atau 10% menderita hipertensi krisis sehingga memerlukan penanganan darurat. Model pengontrolan tekanan darah terkait informasi Covid-19 yang disajikan meliputi penerapan aplikasi informasi Covid-19 berbasis android oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, penerapan manajemen psikis dan pola makan oleh keluarga dan masyarakat melakukan gerakan 3M (Mengingatkan, Mendukung, dan Melaporkan).
Efektivitas Massage Punggung Terhadap KualitasTidur Lansia di Posyandu Lansia Dusun Ngaran Bantul Yogyakarta BANTUL YOGYAKARTA Faisal Sangadji
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.532 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i1.251

Abstract

Lansia pada umumnya mengalami penurunan kualitas tidur. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan massage punggung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas massage punggung terhadap kualitas tidur lansia. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Dusun Ngaran Yogyakarta. Jumlah sampel sebanyak 26 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur pada lansia dan menggunakan instrumen SOP massage punggung. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikn dengan p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektifnya massage punggung terhadap kualitas tidur. Disarankan kepada lansia agar dapat menggunakan massage punggung ini sebagai salah satu metode untuk mengatasi penurunan kualitas tidur yang dialami oleh lansia.
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Yogyakarta Faisal Sangadji; Khaerani Abd Hafid; Liza Novitasari Wijaya
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.92 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i2.306

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin. Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada DMT2 dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada penderita, salah satunya adalah makroangiopati, yaitu komplikasi pembuluh darah besar yang mempengaruhi perubahan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan tekanan darah pada penderita DMT2. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah penderita DMT2 yang berobat di RSUD Kota Yogyakarta sebanyak 306 data rekam medis pasien, sampel yang didapatkan sebanyak 40 data rekam medis pasien dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Uji statistik menggunakan Pearson Correlation. Dari hasil uji Pearson Correlation didapat nilai p = 0,355 (p > 0,05) dengan nilai nilai r = -0,061. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah dan tekanan darah pada penderita DMT2.
Pendidikan Kesehatan Senam Kaki Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik: Health Education on Foot Exercises As An Effort to Prevent Diabetic Foot Ulcers Sangadji, Faisal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah jika pasien mempelajari langkah-langkah perawatan kaki dan mempraktikkannya setiap hari. Senam kaki diabetik termasuk perawatan kaki yang dilakukan pada pasien DM. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk melakukan senam kaki, karena berpengaruh terhadap perubahan kadar gula darah, khususnya pada otot-otot yang bergerak aktif dapat meningkatkan kontraksi sehingga permeabilitas membran sel terhadap peningkatan gula darah, resistensi insulin berkurang dan sensitivitas insulin meningkat. Hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan terjadi penurunan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien masyarakat tentang senam kaki diabetik sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat Dusun Kradenan Nyamplung Srimulyo sebanyak 20 orang. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner pre test dan post test. Sesudah penyampaian pendidikan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, dengan nilai rata-rata pre test 41,68, dan post test menjadi 54,89, serta nilai p-value 0,0005. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan masyarakat konsisten melakukan senam kaki diabetik sebagai upaya pencegahan terjadinya ulkus kaki diabetik.   Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a lifelong condition that can cause diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers can be prevented if patients learn foot care steps and practice them every day. Diabetic foot exercises include foot care performed on DM patients. Diabetes mellitus sufferers are advised to do foot exercises, because it affects changes in blood sugar levels, especially in actively moving muscles which can increase contraction so that the permeability of cell membranes to blood sugar increases, insulin resistance is reduced and insulin sensitivity increases. This can improve blood circulation and reduce blood sugar levels in patients with diabetes. The aim of this community service is to increase community patients' knowledge about diabetic foot exercises so that they can prevent the occurrence of diabetic foot ulcers. The method used was to provide Health Education to the 20 people of Kradenan Nyamplung Srimulyo Hamlet. The assessment was carried out using pre-test and post-test questionnaire instruments. After the delivery of health education, it was found that there was an increase in the average knowledge score, with the average pre-test score being 41.68, and the post-test being 54.89, and a p-value of 0.0005. After being given health education, it is hoped that people will consistently do diabetic foot exercises as an effort to prevent diabetic foot ulcers.
Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Lansia Melalui Optimalisasi Sarana dan Prasarana Serta Peningkatan Keterampilan Kader Arini, Tri Arini; Amalia, Rahmita Nuril; Sangadji, Faisal
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1019

Abstract

Upaya peningkatan derajat kesehatan lansia merupakan tantangan penting di masyarakat, terutama di Dusun Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana serta meningkatkan keterampilan kader di Posyandu Lansia Asih Wreda. Metode yang digunakan mencakup survei kebutuhan, pelatihan kader, dan evaluasi penggunaan sarana kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi sarana dan prasarana, seperti penyediaan alat ukur kesehatan dan peningkatan akses informasi kesehatan, berperan signifikan dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi lansia. Selain itu, pelatihan keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan penyuluhan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup mereka.
PENDIDIKAN KESEHATAN TETANG SIROSIS HEPATIS PADA PEMUDA DUSUN NYAMPLUNG KRADENAN SRIMULYO PIYUNGAN BANTUL sangadji, faisal
ABDIMAS Madani Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v4i1.88

Abstract

ABSTRACT Hepatic cirrhosis is a pathological condition that describes the final stage of progressive hepatic fibrosis. Damage to these liver cells will continue to cause liver structure disorders and increased vascularity which causes varicose veins or vascular dilation in the stomach and esophagus. According to reports from public hospitals in Indonesia, the average incidence of liver cirrhosis is 3.5% of all patients treated in the internal medicine room, or an average of 47.4% of all patients with liver disease treated (Kusumobroto, 2007). Patients with liver cirrhosis who were treated in the internal medicine room at Dr. Sardjito Yogyakarta around 4.1% in a period of 1 year. Liver cirrhosis is closely related to alcoholic liver disease (PHA). PHA is a liver function disorder caused by consuming alcohol for a long time with a certain amount. Of some heavy alcohol drinkers, about 10-30% will develop alcoholic hepatitis sufferers, and will continue to develop into cirrhosis if there is no intervention. Keywords: Youth, cirrhosis, alcohol.
Komunitas Peduli Jantung (KOPEJA) Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Penyakit Jantung Koroner sangadji, faisal
ABDIMAS Madani Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v4i2.102

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is the main cause of death and illness in the world and is a health problem in Indonesia. There are still many Indonesians who do not realize the high risk of suffering from this disease. Bantul Regency is one of the areas where the incidence of CHD continues to increase from time to time. Based on the data of the Piyungan Health Center, the symptoms that lead to CHD are often found in the community such as Kradenan. Unhealthy lifestyles were found in the community such as smoking, the wrong diet, and excessive salt consumption. CHD control is exacerbated by the lack of prevention which can increase morbidity and mortality. The purpose of this service is to form a heart care community named KOPEJA as a cadre whose role is to detect and prevent people from CHD by teaching and practicing how to live a healthy lifestyle and avoid risk factors. This service activity involves the health cadres of Nyamplung Kradenan. The method used is to empower health cadres who have been taught how to check and provide health education related to CHD prevention. Furthermore, KOPEJA takes data from the community to detect the presence or absence of CHD risk factors and conducts health education using the prepared media. The result of the activity is the formation of KOPEJA. Most of the residents were smoking (55%), had hypertension (33%), and pre-hypertension (14%), were increasing blood sugar (34%). After being given health education by KOPEJA there was an increase in the level of knowledge of the residents. KOPEJA could check blood pressure, blood sugar, and be able to conclude the results as well as provide health education about the prevention of CHD to residents properly.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Tipe II sangadji, faisal
ABDIMAS Madani Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v5i1.130

Abstract

WHO describes the incidence of Diabetes Mellitus (DM), which has increased quite rapidly, especially Type 2 DM. Type 2 DM is also at high risk of causing various complications due to a lack of knowledge, understanding, and ability of the community to prevent Type 2 DM. The same condition is also experienced by the community of Dusun Kradenan Nyamplung, which so far has not been exposed to education or training related to the prevention of Type 2 DM. The purpose of this service is to anticipate the increasing incidence of Type 2 DM through community empowerment in the prevention of Diabetes Mellitus. This service activity involved the health cadres of Dusun Kradenan Nyamplung and it was conducted from 23 May to 22 July 2022 with 20 participants and involved health cadres in Kradenan Nyamplung . the cadres were empowered and taught how to examine and provide health education regarding the prevention of Type 2 DM.. The result of the activity is an increase in the knowledge of cadres and the community about how to prevent diabetes mellitus. Cadres can also check blood glucose and provide health education. From the results of temporary blood glucose checks by cadres and accompanied by servants, it was found that 20% of people with GDS were more than 200 mg/dL.